Monday, April 17, 2017

NASKAH DRAMA RELIGI - BARZAKH

BARZAKH
Karya; Zamzam Almubarok

Panggung temaram, sayup-sayup terdengar suara adzan subuh berkumandang. Sesosok jenazah terbaring hening. Hingga seorang tukang sayur mangkal di tempat itu, keheningan berganti, satu-persatu ibu-ibu datang untuk membeli sayuran, para petani berlalu lalang menuju sawah atau kebun.
Wara
Innalillahi wainna ilaihi roojiu’n (2X) telah meninggal dunia bpk Chosman bin wasman, kepada warga Rt/51 supaya menengok ke rumah duka. Kita mendo’akan mudah-mudahan si Chosman betah di alam kuburnya. Amin 
Peremp 1
Siapa yang meninggal, mang?
Tukang sayur
Itu, Si Chosman… orang yang suka mabuk-mabukan dan bikin onar itu, neng
Peremp 1
Aduh, mani asa ngararimpi ini teh. Saya mah jadi mendadak takut gini, gimana ceu kalau si chosman jadi jurig ieuh. Mangkaning saya mah suka keluar malam-malam ka tampian. Ah, si chosman itu hidup matinya mengganggu saja, yah! Eh,  Emang kenapa bisa mati, mang? Si chosman teh kan jago pisan gelutna?
Tukang Sayur
Ini, katanya berkelahi dengan si rawing dalam keadaan mabuk, si chosman datang mengacau mereka saat sedang berjudi. Lalu si jabrig dengan si rawing berkolaborasi sambil melompat menyerang, hiiaaat!! Wut wut des tak tak beledag, tapi si Chosman dengan rikat menangkis, hup. Ciaaat!! Saat si Chosman lengah, si Rawing dengan cepat menusukkan pisau ke dada chosman... bleess.. si Chosman lalu modar terkapar, neng. Hebat memang si rawing... hidup si rawing!! hidup
Peremp 2
Euleuh, mani rame kitu geuning, mang. Tapi alhamdulillah ya, orang yang suka bikin onar hilang satu
Pa Aji
Subhanallah astaghfirullah… kalian jangan berbuat ghibah, begitu-begitu juga Chosman adalah saudara kita, tetangga kita. Ayuk ikut Pa Aji menengok Chosman. Menengok orang meninggal kan besar pahalanya.
Peremp 4
Betul pisan Pa Aji. Ayuk atuh…
Sekelompok orang menggotong keranda jenajah melintasi arena sambil mengumandangkan bacaan tahlil. Saat panggung sepi, tinggal jenajah seorang diri. Tiba-tiba Jenazah chosma bangkit perlahan-lahan mencoba menyadari keberadaan dirinya.
Jenazah
Kenapa aku? Dimana aku? Apa ini? Heeei… ada orang disini? Istriku, Warsih! Dimana kau… bawakan aku sebotol arak, aku mau minum. Warsih… apa kau sudah tuli? Lho… siapa dia? Aku? Kenapa aku disana? Dia? Heii ada apa ini?
Chosman mendatangi sekelompok preman yang tengah berjudi dalam keadaan mabuk berat, dia segera bikin ulah yang menyebabkan para preman itu gerah.
Preman 1
Hei, Chosman… pergilah men. kau jangan ganggu kami, bro
Chosman 1
Ah.. emangnya Chosman ganggu apa. Hmm? (meneguk arak) kalian cacing-cacing banci berani usir Chosman… mau Chosman tamper, hmm
Preman 2
Waduh… gua kalah lagi nih
Chosman 1
He he he… you memang pecundang
Preman 2
Aahh!! Sialan loe Chosman… mau apa loe, heh?
Chosman 1
He he he.. you berani menantang Chosman, urat kawat, kulit buaya, muka badak… berani kalian heh!!
Preman 3
Kurang ajar loe. Ayo kita hajar dia! Terjadi perkelahian 1 melawan 4. Perkelahian tidak seimbang menyebabkan Chosman kalah
Preman 3
Celaka, Si Chosman mati! Ayo kita lari
Jenazah
Yah… aku ingat? Tapi… Apa?? Berarti aku sudah mati! Berarti... di sini? Ooh tidak! Ibu? Siapa dia? Aku?
Ibu
Chosman anakku! Sudah malam nak, mau kemana lagi?
Chosman 2
Main, bu!
Ibu
Ibu tidak setuju kamu bergaul dengan teman-temanmu yang suka ngetrek dan ugal-ugalan itu. Berhati-hatilah dengan pergaulan bebas, nak. Lebih baik kamu belajar di rumah.
Chosman 2
Ibu ini ngomong apa, sih? Ibu rajin rajin aja solat di rumah. Tak perlu cemaskan anakmu ini. Chosman udah besar… Wah uangku kurang neh! Minta uang, bu! Penting nih
Ibu
Uang kita hanya cukup untuk keperluan makan kita besok, nak
Chosman 2
Ah.. ibu ini memang pelit. Hanya sedikit uang saja, Chosman tahu ibu habis panen padi kemarin. Ayo, bu, cepet!! Penting nih 
Ibu
Sudahlah nak, jangan pergi. Apalagi ibu lihat kamu belum melaksanakan sholat isya.
Chosman 2
Ahh… ibu cerewet.. sudah bu, Chosman sudah besar. Chosman tak butuh nasihat ibu!
Ibu
Anakku jangan pergi! Chosman!
Jenazah
Tidak ibu… Chosman tidak mungkin durhaka padamu, Chosman menyesal. Chosman ingin kembali bersama ibu. Ibu sering sakit, Chosman ingin merawat ibu. Maafkan Chosman, ibu… Chosman tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi, ibu, ibu tolong Chosman! Chosman takut di sini ga ada orang ibu tolong Chosman, ibu….  Dia? Dia itu, Istriku?
Chosman 3
Malam ini akang harus pulang larut malam.
Istri
Emangnya mengapa pake harus pulang larut malam, segala?
Chosman 3
Kamu tau sendiri. Pekerjaan akang, berat. Beraaat sekali… semua ini akang lakukan demi kau, istriku.
Istri
Ya sudah, hati hati ya, kang.
Chosman 3
Akang Chosman pergi dulu, ya istriku… ingat! Sebagai istri yang baik, engkau tidak boleh menerima tamu laki-laki selain akang. Kamu tau sendiri… ini zaman lagi musim-musimnya perselingkuhan… kamu jangan suka meniru para selebriti yang doyan cerai itu. Apa lagi si jelek tukang sayur itu keliatannya naksir kamu. Awas, ya!
Istri
Iya kang, warsih akan menuruti nasehat akang.
Chosman berlalu meninggalkan sang istri menuju selingkuhannya.
Chosman 4
Menyanyikan lagu pop demi merayu pujaan hatinya.. tiba-tiba..
Perempuan
(mendadak oleng) aduh… aduh ada gempa bumi. Tolong! Ada gempa bumi
Chosman 4
Gempa bumi? Tapi aku tidak merasakan ada gempa bumi? Di mana? Di mana?
Perempuan
(memegang dadanya) di sini… di sini. Nyanyian indahmu itu seperti gempa, telah mengguncang jantungku
Chosman 4
Oh sweaty banget, hani. (berbicara pada tiang) Engkau.. wajahmu seperti bulan godegan, bagai bintang jenggotan. Ingin rasanya kupersembahkan sebongsang cintaku padamu…
Perempuan
Akaang… akang gila, ya? Masa bicara sama tiang segala. Neng di sini
Chosman 4
Sama saja, hani. Kemanapun akang memandang, selalu terlihat dirimu, hani
Perempuan
Akang… pintar, deh bikin aku… gimana gitu… oh ya, kapan akang akan menceraikan istri akang yang jelek, tua, dan penyakitan itu?
Chosman 4
Ah hani, mengenai hal itu jelas tidak mudah. Perlu proses yang procedural, sistemik, akuntable, legal formal… dan.
Perempuan
Dan?
Chosman 4
Dan…? Em, ini… dan lain-lain, dan seterusnya..dan sebagainya…
Perempuan
Dan akang orang yang sangat bertele-tele, tidak focus, plin-plan, pembual, tukang rayu dan seterusnya. Kurang apa neng ini dibanding istri akang yang nora itu? Neng sudah bosan sama tingkah akang, sudahlah mulai sekarang jangan temui neng lagi!!
Chosman 4
Apa?? Percayalah sama akang!! Plizz, hani. Cinta akang.. hanya satu untukmu, hani.
Perempuan
Ah.. gombal! neng pergi
Chosman 4
Hani!!
Perempuan
Ga !
Chosman 4
Hani!
Perempuan
Ga ga ga
            Astaghfirullahaladzim….. illustration
Orang 1
Hei… kamu tau si Chosman telah mampus
Tukang Sayur
Syukur… sekarang saya bisa tenang berjualan karena si Chosman yang suka memerasku telah hilang dari dunia ini. Alhamdulillahirobbilalamin ha ha ha Sound affect
Orang 2
Chosman… Pa guru peringatkan… kalau sampai nilai kamu jelek lagi, Kamu tidak akan naik kelas
Chosman 2
Chosman sibuk, Pak… banyak kegiatan
Orang 2
Membolos dan tawuran itu yang kau sebut kegiatan?… Pokoknya kamu harus memperbaiki nilai-nilai ulanganmu yang jelek itu
Chosman 2
Yes Sir! Sound Affect
Orang 4
Maaf,. Kami terpaksa akan menyita rumah dan kebun anda karena Tuan Chosman memiliki sejumlah utang yang belum dibayarkan . Kami berikan waktu 2 x 24 jam agar anda sekeluarga segera meninggalkan rumah ini, bila tidak! Anda semua akan kami usir dengan paksa.
Ibu
Kenapa engkau tidak pernah menuruti nasihat ibumu, nak!
Chosman 2
Sudahlah bu, Chosman pusing ibu ceramahi terus. Yang Chosman butuhkan bukan nasihat tapi uang. UANG bu! Sound Affect
Istri
Kang… Warsih pikir akang kerja, ternyata akang suka pulang malam karena mabuk-mabukan dan suka main perempuan. Sadar kang! Istighfar kang!
Chosman 3
Hei kau! Kau jangan sembarangan menuduhku!
Istri
Hampir semua tetangga kita tau, kang. Semuanya..
Chosman 3
Alah… kau ini cukup tahu urusan dapur dan belanja saja, tidak perlu nambah ngegosip segala!!. Sudahlah, akang lebih tau kebenaran dari pada kau, Warsih!
Istri
Akang sudah merusak kehidupan rumah tangga kita, bahkan akang sudah merusak nama baik akang sendiri di mata masyarakat. Di depan akang mereka bersikap manis, tapi di belakang mereka mencemoohkan dan menggunjing semua hal jelek tentang akang!! Sebagai istri warsih ga tahan, warsih malu, kang!
Chosman 3
Bagus, kau mulai pintar berceramah seolah merasa dirimu lebih tahu segalanya daripada aku!! Sini kau! Apa kau mau aku TAMPAR!!
Istri
Akang memang lelaki tidak mawas diri, tidak berperasaan. Akang jahat!!!
Chosman 3
Diam!!! Sejak kapan kau mulai berani melawan akangmu, heh? Atau jangan-jangan kau telah berselingkuh dengan si jelek tukang sayur, si bau jengkol, si tara mandi, pergi saja kau bersamanya kalau kau suka dan apakah kau pikir aku akan cemburu? Tidaak… kau jangan berlagak seperti bidadari, warsih. Kalau kau memang tidak suka denganku pulanglah kau pada orang tuamu!
Istri
 (menangis) teganya kau menghinaku seperti itu, memfinahku, kenapa aku harus dihukum atas kesalahan yang tak pernah aku lakukan. Akang jahat! Akang tidak bertanggungjawab
Istri, orang 1 s/d 4, ibu, dan semua orang berbicara bersamaan sehingga suasana menjadi gaduh
Jenazah
Tidaaaaaaaaaaaaaak!! Tidak… aku tidak seperti itu… maafkan Chosman ya Allah. (menangis) maafkan Chosman, Chosman menyesal ya Allah
Ibu
Ya Allah, putra hamba satu-satunya telah engkau panggil. Mungkin ia bukan anak yang sholeh, mungkin ia sering melalaikan sholat, mungkin ia tidak pernah mendengarkan nasihatku, dia bahkan sering berkata-kata kasar padaku, namun dia anakku, anakku, Ya Allah. betapapun buruknya dia masih anakku, anak yang akan selalu hamba sayangi. Hamba memafkan segala kesalahan putra hamba, hamba relakan kepulangan Chosman kepadamu wahai dzat yang menguasai segala yang hidup dan yang mati..
Jenazah
Ibu! Ibu… maafkan chosman bu… chosman ingin bersama ibu, chosman takut, bu. Ibu tolong maafkan chosman. Maafkan chosman ibu!!!
Koor
Terlambat!!!
Jenazah
Tidaaak, Ibuuu!!
Sekelompok orang dengan wajah menakutkan mulai mendekati chosman, geram, kejam, bengis, seolah hendak menerkam dan menguliti chosman. sesaat kemudian, ketika chosman tengah disiksa oleh dosa-dosa di masa hidupnya, para penyiksa itu kemudian tersingkir oleh munculnya sosok berbaju serba putih
Chosman
Siapa kau?
Putih
Tenanglah, aku akan menjagamu untuk sementara ini… apa kau tahu, aku adalah….
Chosman muncul melintasi panggung bersamaan dengan munculnya seorang pengemis tua yang lapar
Pengemis
Kebetulan sekali aku bertemu dengan kau, anak muda
Chosman 5
Kebetulan? Ini bukan kebetulan pengemis. Aku sungguh sial bertemu denganmu.
Pengemis
Tolonglah berikan si tua ini sedikit uang. Sudah tiga hari belum makan. Tolong anak muda
Chosman 5
Dasar pemalas. Kerjamu cuma meminta-minta. Memangnya cari uang itu gampang. Pergilah tua bangka
Chosman hendak berlalu meninggalkan pengemis
Pengemis
Sedikit uang yang kau sedekahkan. Akan meringankan siksamu di alam kubur nanti.
Chosman 5
(berpikir) apa kau bilang? Kau mau mengancamku?
Pengemis
Aku tidak akan memaksamu. Kalau kau tak sudi menolongku biarlah. Aku pergi anak muda
Chosman 5
Hei tunggu… baiklah, aku punya sedikit uang. Hanya uang ini yang aku punya, ni, semuanya kusedekahkan kepadamu.
Pengemis
Terimakasih anak muda, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan berlipat ganda.
Chosman 5
Ya
Illustration. Istighfar

S  E  K  I  A  N


RAYUAN SYETAN
(Naskah: Zamzam)
NYAI
(Sedang bercermin) Aduhai manuk titiran .... aduhai mani geulis pisan
SYETAN
Hanjakal  taya nu jualan peuyeum... hanjakal taya nu bogoheun
NYAI
Ih asa aya nu nyarita tadi teh. Dimana? Dimana? ah paling sora bangkong keur wiridan.
SYETAN
HI HI HA HA HE HE
Anu Geulis sorangan waé. Taya pisan nu maliré, ngarep-ngarep bébéndé haté, teu weléh direbut batur waé. Duh nu geulis kalah kariput, ku umur beuki kalaput, jaba beunget goreng patut, komo lamun sambutut. Diri teu payu-payu,  kalah kaélehkeun ku nu ngajual huut.
NYAI
Heh, ulah nyarita sambarangan, maké jeung disaruakeun jeung huut. Ngahina beak karep ilaing bandar keuyeup. Tidak ada emas intan mutiara di negara acakadut ieu anu bisa menandingi keelokan wajah ini! Dengar, kamu, ya! Mikir kamu, heuh! (nangis) tapi kunaon atuh bét jajaka anu diarep-arep turun ti surga maniloka teh wet teu datang-datang, pajar cenah macet waé di tol cipularang ah teuing asa moal. Huu piraku atuh diri sakieu kaayaanana aya nu bogoheun. Estuning piit ngendeuk-ngendeuk pasir, malengpeng pakel ku munding, jogjrog neureuy buah loa. Pamohalan atuh pamohalan  aya nu daekeun ka kuring jalma teu boga. Hu hu hu hu.
SYETAN
Maenya atuh Maenya. Tenang atuh non. DLKDG
NYAI
Naon atuh DLKDG téh?
SYETAN
Derita Lo kan Derita Gue. Ha Ha Hi Hi
NYAI
Hi hi hi Ngabodor téh mani teu nyari, pisan. Teu pikaseurien meus-meus acan. Sebel!
SYETAN
Nyi mas Dyah Ayu larasanti Kumincir dewi jakarta ibu kota negara Indonesia merdeka!
NYAI
Iya
SYETAN
Eta raray bulan purnama (betul)
Irung mancung lir bujur aseupan (oh setuju)
Panon cureuleuk mata simet kapireupeunan
Biwir beureum jawer hayam pelung mang opik
oh bidadari (Apa?)
Bila engkau tak mau kesepian terimalah laki-laki di setiap pengkolan, di setiap gang, setiap jalan satapak.
NYAI
Ideu jempol, yu ya yu setuju. Patut diuji
Adegan jalan berganti pasangan, sampai suatu saat. Tiba-tiba.
SANTRI
Asa hoyong usum dukuh... Asa hoyong Assalamualaikum wr wb
NYAI
Atuh komo mun di pasihan dukuh... atuh komo waalaikumsalam wr wb
SANTRI
(Beri isyarat datang tirai) Asa hoyong meser es krim... kana tikoro matak ngareunah... sabab urang sanes muhrim.... ati-ati bilih janten fitnah.
NYAI
Ih akang mani tiasaan pisan. Yeuh nyai gaduh pantun. Halodo mah raosna metis... awak genah sanajan gerah.... teupangkeun abdi nu geulis... Nyi Ijem nami nu endah.
SANTRI
Subhanalloh aduh nyi Ijem tea ieu teh. Alhamdulillah kersaning gusti urang tiasa patepang, nya. Ieu abdi gaduh pantun. Sadaya-daya mungguhing Allah... Jalmi nu gaduh tarekah... tepangkeun abdi Abdulloh... santri tulen nu katelah.
NYAI
(berbicara sendiri). Alhamdulillah ieu pisan nu diimpi-impi teh. Nya kasep, soleh, nyantri, putra pa haji bakri, bandar meri, loba sapi, lega tanah sagala kabeuli, mun jadi kabogohna pasti loba nu iri. Yeuh kang abdul kupingkeun. Kade mun ulin ka leuwung... bisi di gegel ku macan... cep abdulloh tos gaduh kabogoh teu acan?
SANTRI
Mun urang ulin ka leuweung... Kade poho bedog panjang ... Alhamdulillah abdi masih lajang.
NYAI
Atuh kaleresan sami abdi oge masih lajang ting-ting.
PAMUDA I
Hei kisanak! Terimalah pantunku ini.  Kade nyarita kudu disaring... tong kagoda ku nafsu syetan... nyi ijem kabogoh kuring... ulah wani ngadekeutan.
PAMUDA II
Keur naraon ieu teh make jeung aya acara ngaku-ngaku nyi ijem kabogoh ilaing. Yeuh dangukeun. Melak bonteng di sawah garing... papanasan nepi ka gering... nyi ijem geus dilamar kuring... bulan hareup arek dikawin.
PEMUDA III
Aeh-aeh saha maraneh. Ulah coba-coba ngadeukeutan nyi ijeum. Ieu kuring boga pantun. Cau kulutuk geus ararasak..
Pamuda II
Ari kitu?
PAMUDA III
Dahar beakeun ku ilaing. Yeuh sanghareupan kuring pandekar jompong. Asli turunan si jampang.

PEMUDA I
ulah peupeuleukeuk ilaing. Ieu bedog si kuda pateuh. Meunang nganjuk ti aki ahmad, dijampean ku embah dalem sacolek. Dipuasaan di guha saparwadi, di keueum 2 tahun di situ panjalu.
PAMUDA III
Sabaraha hargana?
PAMUDA 1
12 rebu lima ratus we sok nyeepkeun, dimirahkeun geura.
PAMUDA III
Ah paskeun we atuh 10 rebu. Mani asa kabina-bina teuing ngabati teh.
PAMUDA I
Kieu we atuh kumaha pami 11.250, soalna tos naek ti tukang panayna. Eit (terkejut) kunaon kuring jadi jualan bedog? Ieu rasakeun serangan maut. CIAAAT
SANTRI
Hello. Please deh... ke antos punten tong waka dikawitan gelutna. Abdi alim janten jalmi anu kalebet golongan anu dzolim
NYAI
Kakang dulloh?
SANTRI
Assalamualaikum
NYAI
(Ceurik) waalaikum salam....... haling nyingkah kaditu sing jauh! (ka pamuda 1,2,3)
SYETAN
Tenang, nya. Ulah sabar, tong tawekal. Pasrahkan sadaya pasoalahn ka mbah dukun di gunung tugel.
NYAI
Astaghfirullohaladzim. Hapunten sadaya-daya Gusti Nu Maha Suci. Astaghfirullohaladzim
SYETAN
HUUAAAA PUANNAAS.
SANTRI
(Saat nya sendirian dalam sepi) Assalamualaikum ya ukhti
NYAI
Waalaikumsalam ya akhi.. SOUND TRACK






SURAT KEUR SI UJANG
Zamzam Almubarok

JANG
SAPATU BOLA JEUNG TAS UJUMAKI NARUTO NU DIPENTA KUHIDEP GEUS 3 BULAN CAN BISA WAE KABEULI
GAJI MACUL DI SAWAH LEDIS DISEDOT MINYAK GORENG, TAHU TEMPE, JEUNG SAYUR KACANG
JUNG WE GEURA TEWAK ANGIN TULUY NGAHEOT, SUGAN HIDEP PAPANGGIH JEUNG DORAEMON

JANG,
JERUK JENG APEL ANU DIPENTA KU HIDEP GEUS 6 BULAN CAN WAE KABEULI
HONOR NGARAMET SABEDUG DI JURAGAN BAKRI CAN SANGGUP MAYAR ELF KA CIKURUBUK
TEANGAN WE BUAH CECENET BARI MOROAN MANUK, SUGAN DI GUNUNG AYA CIBLEK NGALEUPAS

JANG
BAJU LEBARAN ANU DIPENTA KU HIDEP KALAH GEUS 3 KALI LEBARAN CAN MUNGKIN BISA KABEULI
PANGHASILAN NGALA KEUSIK JEUNG BATU ALI DI CILONGAN KALAH LEDIS DIPAKE NGUBARAN NYERI CANGKENG KA DOKTER SYARHAN
YAP WE URANG MELAK ANAK ALBISO, SUGAN LADANG ALBISO 5 TAHUN KAHAREUP BAJU LEBARAN BISA KABEULI

JANG
TONG SALEMPANG DUMEH TEU BOGA
EMA BAPA RUMASA JALMA TEU AYA,
IBARAT JALAN KA JANUTI, NAN
YAK MUDUN KA SINGAPARNA
GEUNING GEUS NEPI BANDUNG MAH LANCAR
MUGIA HIDEPMAH BEUNGHAR,
BEUNGHAR HATE, BEUNGHAR ELMU, BENGHAR DUNYA.

JANG
CENAH SAKOLA KA SLTA MAH CAN MUNGKIN BISA GRATIS
SING HORMAT HIDEP KA GURU, KOMO DEUIH KA STAF TU
URANG LUNASAN BIAYA ASUP SAKOLAH KU SURAT KETERANGAN TEU MAMPU TI DESA
ATUH SPP SATIAP BULANNA
SUGAN WEEEEE BISA DIBAYAR KU SABONGSANG JUKUT, BEAS SAKOBOK, MINYAK KALAPA, JEUNG PAIS CEREM

JANG
HIDEP AYEUNA GEUS MULAI DEWASA
ETA KUMIS GEUS NYEREPET LIR GURAME KASAATAN, BUUK LUIS CAP MINYAK JALANTAH
JUNG GEURA KUMELENANG DI ALAM LALAGASAN, JUNG SAKOLA SAKUAT TANAGA
INSYA ALLAH,
HIDEPMAH BERKAH
AMIN

SELAMAT BERJUMPA KEMBALI
KAKA
TIGA TAHUN TELAH BERLALU
KAU PUN SEGERA PARGI MENINGGALKAN KEBERSAMAAN KITA DISINI
SUDAHLAH, KA
TAK PERLU BERKATA SELAMAT TINGGAL
KAMI SUDAH TAU KAKA TAK MUNGKIN TERUS TINGGAL DI SINI
PERGILAH, KA
PERGI MEMBAWA NAMA BAIK MTS AR ROHMAH
DAN SAAT KAKA KEMBALI
KAMI DAPAT MELIHAT CAHAYA KEMENANGAN DIWAJAHMU
SEMOGA ALLAH MEWUJUDKAN SEMUA CITA-CITA BAIKMU

AKHIRNYA KUTEMPUH
JALAN YANG SUNYI MENDENDANGKAN LAGU BISU
SENDIRI DI LUBUK HATI
PUISI YANG KUSEMBUNYIKAN
DARI KATA-KATA
KETIKA KAKA MENGHADAPI MASALAH
BERSABARLAH DAN JANGAN PUTUS ASA
KETIKA KAKA MERAIH KEMENANGAN
BERSYUKURLAH DAN JANGAN BESAR KEPALA.
BE YOUR SELF, BE THE BEST, ALL IS WELL
JADILAH DIRI KAKA SENDIRI, JADILAH YANG TERBAIK, SEMUA AKAN BAI-BAIK SAJA.

SURAT JANG EMA
Karya; Zamzam Almubarok

MA
TAUN AYEUNA EMA TEU KEDAH REPOT-REPOT MESER BUKU TULIS WEUTEUH
BUKU ANU TAUN KAMARI GE MASIH KAROSONG KENEH
MARGI SADIDINTEN ABI TARA NYERAT DI KELAS

MA
POE LEBARAN KALAH GEUS KASORANG
EMA TEU KEDAH BINGUNG MESER KOPEAH WEUTEUH
KOPEAH NU TAUN KAMARI GE MASIH SAE
MARGI SADIDINTEN ABI NETEPAN TARA NGANGE KOPEAH

MA
NGALA SULUH MAH WIOS KU ABDI
NGALA LAUKNA OGE KU ABDI
MASAKNA OGE KU ABDI
DIEMAMNA OGE KU ABDI

MA
DOMA JALU TOS MAL NGALINTUHAN DEUI
EMA TEU KEDAH NGARIT DEUI
KEUN DOMA URANG ICAL KA BANDAR KU ABDI
ARTOSNA OGE URANG SIMPEN DI ABDI

MA
HAPUNTEN DOSA NU MINDENG TEU KARASA
SADAR SOTENAN AYEUNA
NALIKA EMA RIPUH TEU DAMANG PARNA
ABDI NUJU GAPLEH BARI NGADUGEM SAPEUTING LILANA
DISUGUH KU JAGONG MEUNANG NGALA TI KEBON EMA,
BEULEUM LAUK EMAS TI BALONG NU TATANGGA
NALIKA EMA DIPUNUT ANJEUNA
KAKAKARA KU ABDI KARASA
HANJAKAL NU TAYA PAPADANA
HAPUNTEN EMA




DRAMATIK READING (LANGSUNG DIBACA )
EMEH

Assalamualaikum wr.wb. kanca-kanca sadayana tepangkeun abdi Sareng emeh ti bojong heuay, abdi inol ti pasir piit, abdi sunil ti gunung datar. Abdi kamras ti curug anying, abdi blukutuk ti Legok Kuru  Maksad bade nampilkeun drama monolog.
EMEH
Kuring mah teu ngarti ka tatangga. Datang halodo manehna nyarita. Emh dasar halodo edun cenah, sawah gararing, pepelakan di kebon paraeh, rajeun loba suluh, beasna teu aya, rajeun hayang berjamaah ka masjid, cai anu katampian saat. Nepi ka tara tulus sholat berjamaah oge. Tapi giliran datang hujan, manehna nyarita; gusti rajeun loba beas suluhna baraseuh, rajeun hayang berjamaah ka masjid jalan rarujit, moe mukena teu garing-garing. Nepi ka tara tulus berjamaah na oge. Heran, teu ngarti kuringmah. astaghfirullohaladzim
SUNIL
 Komo kuring mah heran ka diri sorangan ku resep-resep teuing ngukut sapi domba jeung munding mangkaning jukut hararese da puguh gararing, tapi anehna sok sanajan loba sapi tapi daharmah sok jeung sambel deui goreng peda deui, padahal kuring kan teu boga kebon cabe, komo ngukut atawa mijahkeun peda mah. Sugan ngajaran hayang meuncit sapi jang sarapan pagi, mani asa kumaha lebar nateh beak karep. Malah pernah si jalu doma kuring geus magrib can balik-balik bati di abur di kebon, kuring nepi ka poho mandi poho solat apruk-aprukan neangan domba peuting-peuting. Tapi giliran budak kuring nu geus parawan jam 8 peuting di bawa jalan-jalan ka korsel ku kabogohna can balik-balik, nepi ka teu paduli. Lebah dieu kuring nanya ka diri sorangan. Boa-boa kuring teh nyaah keneh ka domba daripada ka budak kuring. astaghfirullohaladzim
KAMRAS
puguh kuring mah teu ngarti ka para pajabat. Sok inget baheula manehna kompanyeu. Mani kacida pisan perhatian ka rakyatnateh, malah sok ngabagi-bagi amplop sagala, kampung mineng dilongokan, anu salangsara di bere bantuan, tuluy difoto babarengan. Mani bungah kacida, naha ari geus meunang jadi pajabat. Imah-imah kumuh dibuldoser, rakyat miskin dialusir ti jalan-jalan cenah bagian tina penertiban. Rajeun aya bantuan pembangunan dipotongan ku dana aspirasi, terus dipotong ku pajak, terus dipotong ku ngamplop ka wartawan bodrek. Tung tungna duit anu nepi ka rakyatmah ngorotan deui nyaatan deui da wadahna loba nu bocor. Ah zaman kiwari loba pisan kamunafikan. astaghfirullohaladzim
BLUKUTUK
Ari kuringmah carita teh kieu. Kasauran ahmad ibnu ujaibah anu dimaksad RIDHO. Ridho teh nyaeta sikap lapangna hate nalika narima pahitna  papasten ti Allah. Tapi naon ari nu dimaksud SARIDONA. Sakainget kuring ti mimiti diajar di sakola, pasantren atawa pangajian can pernah ngadangu naon atuh ari harti saridona teh. Pedah lamun kuring nyieun susuratan atawa ngurus hiji perkara ka kantor pamarentah, kuring sok nanya janten sabaraha pangaosna? Cenah jawabnateh saridona. Kuring mikir sabaraha atuh saridona teh. Harga endog 25rebu sakilo, bawang beureum 4rebu saparapat kilo, beas 10 rebu, tapi ari saridona sabaraha. Da dibere 5 rebu asa leutik teuing jeung era merenage, dibere 30 rebu asa geude teuing keur mah teuboga kapan duitnage. Ah jadina 20 rebu we. Nepi ka kuring boga ideu, AKU ADA IDEU. Arek jualan bala-bala, gehu jeung cireng make harga saridona. Waktu aya nu meuli pokna teh kieu; meser bala-bala 3 campur gehu 2, sabaraha neng pangaosna. Ku kuring teh dijawab saridona, meser seueur atanapi saalit pangasona sami Rp. Saridona. Anu meuli gogodeg bari jeung seri koneng nyampur curiga. Boa-boa ieu nu jualan salah obat. Kuring disangka gering pikir. Berarti atuh jalma anu sok make harga saridona teh kaasup jalma............, tah kitu. Padahal urusan duitmah kapan kudu jelas hitunganana, matak sistem ijon diharamkeun oge kusabab teu jelas tea barang jeung hargana, lin? Mun saridona dipake wae, ke bisa-bisa. Dipake maskawin ku kang........ ka neng................... "tarima abdi nikah ka nenG.............. kalawan maskawin ku artos SARIDONA" Astaghfirullohaladzim. Jadi rido teu aya hubungananan sareng saridona. Praktek saridona teh geus teu sesuai jeung agama tur logika berpikir akal sehat. Satuju. Astaghfirullohaladzim
INOL
lebah dieu urang kudu ngaji diri, muhasabah sing getol pasti, ieu zaman geus araraheng. Balikeun sakabeh urusan ka Al Qur'an jeung sunahna. Supaya urang salamet tur bagja. Seperti doa anu sering diucapkeun minimal 17 kali sapoe. Ihdinassirotolmustaqim. Mugi gusti nuduhkeun ka abdi sadaya  kana jalan anu lempeng,sirotolladzina....................... wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

PRIA SEJATI
Zamzam Almubarok
WARA           : Pengumuman-pengumuman ditujukan pada jawara-jawara sunda yang masih bujang atau bermaksud nambah istri lagi, Prabu JOKO GANTENG yang baik hati dan tidak sombong mengadakan sayembara. Barang siapa yang mampu mengalahkan Patih GENDEREWO, akan menjadi pendamping Putri Purba Santan Kelapa yang cantik jelita bak bunga anggrek di pohon mangga. Hadirin sidang ngadukeun jelema anu kusimkuring dihormat. Peserta dianggap eleh jajaten lamun keluar tina garis lingkaran ieu, atawa peserta anu ngajungkel teu sanggup hudang deui. Prung ah!!
PATIH                        : Hayoh, saha nu wani-wani begalan pati ngadu nyawa jeng kawula. Hayo maju! Heh saha anjeun
SUPERMAN  : My name ngaran kuring SUPERMAN!
PATIH                        : Alamat?
SUPERMAN  : Kp Jongol, Kec Parungponteng, Kab Arab Saudi
PATIH                        : Wah, ternyata kamu orang arab. Pasti namamu HAJI SUPERMAN. Okelah kalo begitu. Majulah pa haji!
SUPERMEN di hantam sedemikian rupa namun tidak ada serangan dan senjata satupun yang mampu melukai tubuhnya. Hingga
PENONTON  :  Tolong! Copeeet... jambret, copeet (Superman lari keluar garis)
WARA                       : Waduh sayang sekali pa Haji keluar garis dan dinyatan KALAH.
PATIH            : Untung ada copet, kalau tidak ada copet pasti aku sudah babak belur, terimakasih copet! Betapa jasamu tiada taranya! Hayo siapa penantang berikutnya. (masuk Galang ke arena). Hah? Saha ngaran maneh
WIRO SABLENG     : Ngarang kuring, Wiro Sableng. Kuring siap ngelehkeun anjeun, patih.
WARA           : Punten jang, peserta sayembara kedah sehat jiwa ragana. Punten sanes teu sopan, nu gelo teu tiasa ngiringan sayembara.
WIRO : Abi jalmi waras. Sehat wal afiat! Abi mah teu gelo
WARA           : Saha tadi ngaran anjeun teh?
WIRO : Wiro sableng.
WARA           : Tuh kan bener sableng. Sableng teh gelo tea.
WIRO : Abdi teu gelo, abdi teu sableng.
PATIH            : Saha ngaran anjeun?
WIRO : Wiro Sableng.
PATIH            : Tuh kan ngaku deui sorangan....Hah, Galang, kamu kan pemain ganteng-ganteng srigala. Minta tanda tangan dong. (lari berjingkrak) makasih!
GALANG       : gwe kesini buat ngalahin elo! Gwe emang cinta sama naila, cinta banget. Bangeet sekali. Makanya, elo jangan bilangin naila bahwa gwe ikut sayembara ini. Ntar sebagai hadiahnya, elo gwe traktir makan bakso.
PATIH            : Baiklah galang, kalau begitu majulah!
NAILA           : Galang! Gwe ga nyangka elo kejem banget sama gwe. Gwe tuh ga nyangka bahwa loe selama ini... hu huuuaaa...  elo ngerti ga sih perasaan gwe? Teganya loe bohongin gwe.... sungguh teganya, dirimu teganya.
GALANG       : (OST) Naila naila, please. Please deh elu dengerin dulu penjelasan gwe. Elo jangan curiga begitu sama gwe. Gwe tetep sayang sama loe. Di hati gwe Cuma ada elo.
NAILA           : Tuh kan, dari tadi loe cungar-cengir. Ngendas ngendus kaya anjing buduk. Elo ngetawain gwe, kan?
GALANG       : Niala please. Gwe ga ngetawain elo... emang ciri khas gwe cungar-cengir begini! Please hargailah cungar-cengir ini
NAILA           : Tidak! Gwe benci sama loe, gwe sebel sama cungar-cengir loe!
GALANG       : Naila tunggu!
WARA           : Lalu... sipakah penantang berikutny?
1. fighting.....
2. money fight.
Sutisna           : Assalamualaikum wr wb. Tepangkeun nami abdi Sutisna ti Kampung..... maksad bade ngalamar putri. Dina wangkid ayeuna simkuring bade nepangkeun sepuh di sagedengen simkuring "PA OJON" sareng ieu. MA ODAH
PATIH            : Sok siah maju, lawan kuring.
SUTISNA       : Hapunten, abdi bakal ngengingkeun putri sanes ku gelut, sanes jogol, sanes ku artos, nanging ku CINTA anu diridhoan ku Allah SWT.
PATIH            : Enya, tapi aturan karajaan. Anu boga hak ngagandeng putri teh anu bisa ngelehkeun kawula. Sok siah maju tong liba bacot
SUTISNA       : Hapunten, dina Agama Islam, sakumaha anu diterangkeun dina Al Quran .............., hadirin sidang ngadu-ngadu jelema anu kusimkuring dihormat. Kumargi sakitu urang sakedahna ditebih-tebihkeun tina sifat deleka ka sasama, margi ata teh kapan doraka hukumna.
PATIH            : waduh... kumaha atuh ieu teh?
WARA           : Punten jang, ieu senes pangaosan ibu-ibu. jung we geura uih. Tah ieu jang jajan lumayan.
SUTISNA       : Hapunten, abdi kadieu maksad bade ngalamar putri.
PATIH            : Muhun nanging kedah bukbek heula sareng simaing! Eeuh... meni salalukri, nya
SUTISNA       : Oh teu tiasa. Hapunten abdi mah tara gelut
PATIH            : Balik atuh kaditu... hah... penonton, usir ieu peserta, bawa kadituh kanu jauh
PUTRI            : Tunggu... ayah, abdi milih cep sutistis
RAJA  : Hah, naha kunaon geuning hidep milih Cep Sutistis?
PUTRI            : Abdi milih pameget anu tiasa ngange uteukna sanes ototna, sae akhlakna iman tur taqwa.
RAJA  : Baiklah kalau begitu,
PUTRI            : Terimakasih, ayah!








           


No comments:

Post a Comment