BARZAKH
Karya; Zamzam Almubarok
Panggung temaram, sayup-sayup terdengar
suara adzan subuh berkumandang. Sesosok jenazah terbaring hening. Hingga
seorang tukang sayur mangkal di tempat itu, keheningan berganti, satu-persatu
ibu-ibu datang untuk membeli sayuran, para petani berlalu lalang menuju sawah
atau kebun.
Wara
Innalillahi wainna ilaihi roojiu’n (2X) telah
meninggal dunia bpk Chosman bin wasman, kepada warga Rt/51 supaya menengok ke
rumah duka. Kita mendo’akan mudah-mudahan si Chosman betah di alam kuburnya.
Amin
Peremp 1
Siapa yang
meninggal, mang?
Tukang sayur
Itu, Si Chosman…
orang yang suka mabuk-mabukan dan bikin onar itu, neng
Peremp 1
Aduh, mani asa ngararimpi ini teh. Saya mah jadi mendadak takut gini, gimana
ceu kalau si chosman jadi jurig ieuh. Mangkaning saya mah suka keluar
malam-malam ka tampian. Ah, si chosman itu hidup matinya mengganggu saja, yah!
Eh, Emang kenapa bisa mati, mang? Si
chosman teh kan jago pisan gelutna?
Tukang Sayur
Ini, katanya berkelahi dengan si rawing dalam keadaan mabuk, si chosman
datang mengacau mereka saat sedang berjudi. Lalu si jabrig dengan si rawing
berkolaborasi sambil melompat menyerang, hiiaaat!! Wut wut des tak tak beledag,
tapi si Chosman dengan rikat menangkis, hup. Ciaaat!! Saat si Chosman lengah,
si Rawing dengan cepat menusukkan pisau ke dada chosman... bleess.. si Chosman lalu
modar terkapar, neng. Hebat memang si rawing... hidup si rawing!! hidup
Peremp 2
Euleuh, mani rame kitu geuning, mang. Tapi alhamdulillah ya, orang yang suka bikin onar hilang satu
Pa Aji
Subhanallah astaghfirullah…
kalian jangan berbuat ghibah,
begitu-begitu juga Chosman adalah saudara kita, tetangga kita. Ayuk ikut Pa Aji menengok Chosman. Menengok orang meninggal
kan besar pahalanya.
Peremp 4
Betul pisan Pa
Aji. Ayuk atuh…
Sekelompok
orang menggotong keranda jenajah melintasi arena sambil mengumandangkan bacaan
tahlil. Saat panggung sepi, tinggal jenajah seorang diri. Tiba-tiba Jenazah
chosma bangkit perlahan-lahan mencoba menyadari keberadaan dirinya.
Jenazah
Kenapa aku? Dimana
aku? Apa ini? Heeei… ada orang disini? Istriku,
Warsih! Dimana kau… bawakan aku sebotol arak, aku mau minum. Warsih… apa kau
sudah tuli? Lho… siapa dia? Aku? Kenapa aku disana? Dia? Heii ada apa ini?
Chosman
mendatangi sekelompok preman yang tengah berjudi dalam keadaan mabuk berat, dia
segera bikin ulah yang menyebabkan para preman itu gerah.
Preman 1
Hei, Chosman… pergilah men. kau jangan ganggu kami, bro
Chosman 1
Ah.. emangnya Chosman
ganggu apa. Hmm? (meneguk arak) kalian cacing-cacing banci berani
usir Chosman… mau Chosman tamper, hmm
Preman 2
Waduh… gua kalah
lagi nih
Chosman 1
He he he… you
memang pecundang
Preman 2
Aahh!! Sialan
loe Chosman… mau apa loe, heh?
Chosman 1
He he he.. you
berani menantang Chosman, urat kawat, kulit buaya, muka badak… berani kalian
heh!!
Preman 3
Kurang ajar loe. Ayo kita hajar dia! Terjadi perkelahian 1 melawan 4. Perkelahian tidak seimbang
menyebabkan Chosman kalah
Preman 3
Celaka, Si
Chosman mati! Ayo kita lari
Jenazah
Yah… aku ingat? Tapi… Apa?? Berarti aku sudah mati! Berarti... di sini?
Ooh tidak! Ibu? Siapa dia? Aku?
Ibu
Chosman anakku!
Sudah malam nak, mau kemana lagi?
Chosman 2
Main, bu!
Ibu
Ibu tidak setuju kamu bergaul dengan teman-temanmu yang suka ngetrek
dan ugal-ugalan itu. Berhati-hatilah dengan pergaulan bebas, nak. Lebih
baik kamu belajar di rumah.
Chosman 2
Ibu ini ngomong
apa, sih? Ibu rajin rajin aja solat di rumah. Tak perlu cemaskan anakmu ini.
Chosman udah besar… Wah uangku
kurang neh! Minta uang, bu! Penting nih
Ibu
Uang kita hanya
cukup untuk keperluan makan kita besok, nak
Chosman 2
Ah.. ibu ini memang
pelit. Hanya sedikit uang saja, Chosman tahu ibu habis panen padi kemarin. Ayo,
bu, cepet!! Penting nih
Ibu
Sudahlah nak,
jangan pergi. Apalagi ibu lihat kamu belum melaksanakan sholat isya.
Chosman 2
Ahh… ibu
cerewet.. sudah bu, Chosman sudah besar. Chosman tak butuh nasihat ibu!
Ibu
Anakku jangan pergi! Chosman!
Jenazah
Tidak ibu… Chosman
tidak mungkin durhaka padamu, Chosman menyesal. Chosman ingin kembali bersama
ibu. Ibu sering sakit, Chosman ingin merawat ibu. Maafkan Chosman, ibu… Chosman
tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi, ibu, ibu tolong Chosman! Chosman takut
di sini ga ada orang ibu tolong Chosman, ibu…. Dia? Dia itu, Istriku?
Chosman 3
Malam ini akang harus
pulang larut malam.
Istri
Emangnya mengapa pake harus pulang larut malam, segala?
Chosman 3
Kamu tau sendiri. Pekerjaan akang, berat. Beraaat sekali… semua ini akang
lakukan demi kau, istriku.
Istri
Ya sudah, hati
hati ya, kang.
Chosman 3
Akang Chosman pergi
dulu, ya istriku… ingat! Sebagai istri yang baik, engkau tidak boleh menerima
tamu laki-laki selain akang. Kamu tau sendiri… ini zaman lagi musim-musimnya
perselingkuhan… kamu jangan suka meniru para selebriti yang doyan cerai itu.
Apa lagi si jelek tukang sayur itu keliatannya naksir kamu. Awas, ya!
Istri
Iya kang, warsih
akan menuruti nasehat akang.
Chosman berlalu meninggalkan sang istri
menuju selingkuhannya.
Chosman 4
Menyanyikan lagu pop demi merayu pujaan hatinya.. tiba-tiba..
Perempuan
(mendadak oleng) aduh… aduh ada gempa
bumi. Tolong! Ada gempa bumi
Chosman 4
Gempa bumi? Tapi
aku tidak merasakan ada gempa bumi? Di mana? Di mana?
Perempuan
(memegang dadanya) di sini… di sini. Nyanyian indahmu itu seperti gempa,
telah mengguncang jantungku
Chosman 4
Oh sweaty banget,
hani. (berbicara pada tiang) Engkau..
wajahmu seperti bulan godegan, bagai bintang jenggotan. Ingin rasanya
kupersembahkan sebongsang cintaku padamu…
Perempuan
Akaang… akang
gila, ya? Masa bicara sama tiang segala. Neng di sini
Chosman 4
Sama saja, hani.
Kemanapun akang memandang, selalu terlihat dirimu, hani
Perempuan
Akang… pintar,
deh bikin aku… gimana gitu… oh ya, kapan akang akan menceraikan istri akang
yang jelek, tua, dan penyakitan itu?
Chosman 4
Ah hani, mengenai
hal itu jelas tidak mudah. Perlu proses yang procedural, sistemik, akuntable, legal
formal… dan.
Perempuan
Dan?
Chosman 4
Dan…? Em, ini…
dan lain-lain, dan seterusnya..dan sebagainya…
Perempuan
Dan akang orang
yang sangat bertele-tele, tidak focus, plin-plan, pembual, tukang rayu dan seterusnya.
Kurang apa neng ini dibanding istri akang yang nora itu? Neng sudah bosan sama
tingkah akang, sudahlah mulai sekarang jangan temui neng lagi!!
Chosman 4
Apa?? Percayalah
sama akang!! Plizz, hani. Cinta akang.. hanya satu untukmu, hani.
Perempuan
Ah.. gombal! neng
pergi
Chosman 4
Hani!!
Perempuan
Ga !
Chosman 4
Hani!
Perempuan
Ga ga ga
Astaghfirullahaladzim….. illustration
Orang 1
Hei… kamu tau si
Chosman telah mampus
Tukang Sayur
Syukur… sekarang saya bisa tenang berjualan karena si Chosman yang suka
memerasku telah hilang dari dunia ini. Alhamdulillahirobbilalamin ha ha ha Sound
affect
Orang 2
Chosman… Pa guru
peringatkan… kalau sampai nilai kamu jelek lagi, Kamu tidak akan naik kelas
Chosman 2
Chosman sibuk, Pak…
banyak kegiatan
Orang 2
Membolos dan
tawuran itu yang kau sebut kegiatan?… Pokoknya kamu harus memperbaiki
nilai-nilai ulanganmu yang jelek itu
Chosman 2
Yes Sir! Sound
Affect
Orang 4
Maaf,. Kami
terpaksa akan menyita rumah dan kebun anda karena Tuan Chosman memiliki
sejumlah utang yang belum dibayarkan . Kami berikan waktu 2 x 24 jam agar anda sekeluarga
segera meninggalkan rumah ini, bila tidak! Anda semua akan kami usir dengan
paksa.
Ibu
Kenapa engkau tidak
pernah menuruti nasihat ibumu, nak!
Chosman 2
Sudahlah bu, Chosman
pusing ibu ceramahi terus. Yang Chosman butuhkan
bukan nasihat tapi uang. UANG bu! Sound Affect
Istri
Kang… Warsih pikir
akang kerja, ternyata akang suka pulang malam karena mabuk-mabukan dan suka
main perempuan. Sadar kang! Istighfar kang!
Chosman 3
Hei kau! Kau
jangan sembarangan menuduhku!
Istri
Hampir semua tetangga kita tau, kang. Semuanya..
Chosman 3
Alah… kau ini cukup tahu urusan dapur dan belanja saja, tidak perlu
nambah ngegosip segala!!. Sudahlah, akang lebih tau kebenaran dari pada kau, Warsih!
Istri
Akang sudah merusak kehidupan rumah tangga kita, bahkan akang sudah
merusak nama baik akang sendiri di mata masyarakat. Di depan akang mereka
bersikap manis, tapi di belakang mereka mencemoohkan dan menggunjing semua hal
jelek tentang akang!! Sebagai istri warsih ga tahan, warsih malu, kang!
Chosman 3
Bagus, kau mulai pintar berceramah seolah merasa dirimu lebih tahu
segalanya daripada aku!! Sini kau! Apa kau mau aku TAMPAR!!
Istri
Akang memang
lelaki tidak mawas diri, tidak berperasaan. Akang jahat!!!
Chosman 3
Diam!!! Sejak
kapan kau mulai berani melawan akangmu, heh? Atau jangan-jangan kau telah
berselingkuh dengan si jelek tukang sayur, si bau jengkol, si tara mandi, pergi
saja kau bersamanya kalau kau suka dan apakah kau pikir aku akan cemburu?
Tidaak… kau jangan berlagak seperti bidadari, warsih. Kalau kau memang tidak
suka denganku pulanglah kau pada orang tuamu!
Istri
(menangis) teganya kau menghinaku seperti itu,
memfinahku, kenapa aku harus dihukum atas kesalahan yang tak pernah aku
lakukan. Akang jahat! Akang tidak bertanggungjawab
Istri, orang 1 s/d 4, ibu, dan semua
orang berbicara bersamaan sehingga suasana menjadi gaduh
Jenazah
Tidaaaaaaaaaaaaaak!!
Tidak… aku tidak seperti itu… maafkan Chosman ya Allah. (menangis) maafkan Chosman, Chosman menyesal ya Allah
Ibu
Ya Allah, putra
hamba satu-satunya telah engkau panggil. Mungkin ia bukan anak yang sholeh,
mungkin ia sering melalaikan sholat, mungkin ia tidak pernah mendengarkan
nasihatku, dia bahkan sering berkata-kata kasar padaku, namun dia anakku, anakku,
Ya Allah. betapapun buruknya dia masih anakku, anak yang akan selalu hamba sayangi.
Hamba memafkan segala kesalahan putra hamba, hamba relakan kepulangan Chosman
kepadamu wahai dzat yang menguasai segala yang hidup dan yang mati..
Jenazah
Ibu! Ibu… maafkan
chosman bu… chosman ingin bersama ibu, chosman takut, bu. Ibu tolong maafkan
chosman. Maafkan chosman ibu!!!
Koor
Terlambat!!!
Jenazah
Tidaaak, Ibuuu!!
Sekelompok orang dengan wajah menakutkan
mulai mendekati chosman, geram, kejam, bengis, seolah hendak menerkam dan
menguliti chosman. sesaat kemudian, ketika chosman tengah disiksa oleh
dosa-dosa di masa hidupnya, para penyiksa itu kemudian tersingkir oleh
munculnya sosok berbaju serba putih
Chosman
Siapa kau?
Putih
Tenanglah, aku
akan menjagamu untuk sementara ini… apa kau tahu, aku adalah….
Chosman muncul
melintasi panggung bersamaan dengan munculnya seorang pengemis tua yang lapar
Pengemis
Kebetulan sekali aku bertemu dengan kau, anak muda
Chosman 5
Kebetulan? Ini bukan kebetulan pengemis. Aku sungguh sial bertemu
denganmu.
Pengemis
Tolonglah berikan si tua ini sedikit uang. Sudah tiga hari
belum makan. Tolong anak muda
Chosman 5
Dasar pemalas.
Kerjamu cuma meminta-minta. Memangnya cari
uang itu gampang. Pergilah tua bangka
Chosman hendak berlalu meninggalkan
pengemis
Pengemis
Sedikit uang yang kau sedekahkan. Akan meringankan siksamu di alam
kubur nanti.
Chosman 5
(berpikir) apa kau bilang?
Kau mau mengancamku?
Pengemis
Aku tidak akan memaksamu. Kalau kau tak sudi menolongku biarlah. Aku
pergi anak muda
Chosman 5
Hei tunggu…
baiklah, aku punya sedikit uang. Hanya uang ini yang aku punya, ni, semuanya
kusedekahkan kepadamu.
Pengemis
Terimakasih anak
muda, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan berlipat ganda.
Chosman 5
Ya
Illustration. Istighfar
S E K I A N
RAYUAN SYETAN
(Naskah: Zamzam)
NYAI
(Sedang bercermin) Aduhai manuk titiran .... aduhai mani
geulis pisan
SYETAN
Hanjakal taya nu
jualan peuyeum... hanjakal taya nu bogoheun
NYAI
Ih asa aya nu nyarita tadi teh. Dimana? Dimana? ah paling
sora bangkong keur wiridan.
SYETAN
HI HI HA HA HE HE
Anu Geulis sorangan waé. Taya pisan nu maliré,
ngarep-ngarep bébéndé haté, teu weléh direbut batur waé. Duh nu geulis kalah
kariput, ku umur beuki kalaput, jaba beunget goreng patut, komo lamun sambutut.
Diri teu payu-payu, kalah kaélehkeun ku
nu ngajual huut.
NYAI
Heh, ulah nyarita sambarangan, maké jeung disaruakeun jeung
huut. Ngahina beak karep ilaing bandar keuyeup. Tidak ada emas intan mutiara di
negara acakadut ieu anu bisa menandingi keelokan wajah ini! Dengar, kamu, ya!
Mikir kamu, heuh! (nangis) tapi kunaon atuh bét jajaka anu diarep-arep turun ti
surga maniloka teh wet teu datang-datang, pajar cenah macet waé di tol
cipularang ah teuing asa moal. Huu piraku atuh diri sakieu kaayaanana aya nu
bogoheun. Estuning piit ngendeuk-ngendeuk pasir, malengpeng pakel ku munding,
jogjrog neureuy buah loa. Pamohalan atuh pamohalan aya nu daekeun ka kuring jalma teu boga. Hu
hu hu hu.
SYETAN
Maenya atuh Maenya. Tenang atuh non. DLKDG
NYAI
Naon atuh DLKDG téh?
SYETAN
Derita Lo kan Derita Gue. Ha Ha Hi Hi
NYAI
Hi hi hi Ngabodor téh mani teu nyari, pisan. Teu
pikaseurien meus-meus acan. Sebel!
SYETAN
Nyi mas Dyah Ayu larasanti Kumincir dewi jakarta ibu kota
negara Indonesia merdeka!
NYAI
Iya
SYETAN
Eta raray bulan purnama (betul)
Irung mancung lir bujur aseupan (oh setuju)
Panon cureuleuk mata simet kapireupeunan
Biwir beureum jawer hayam pelung mang opik
oh bidadari (Apa?)
Bila engkau tak mau kesepian terimalah laki-laki di setiap
pengkolan, di setiap gang, setiap jalan satapak.
NYAI
Ideu jempol, yu ya yu setuju. Patut diuji
Adegan jalan berganti pasangan, sampai suatu saat.
Tiba-tiba.
SANTRI
Asa hoyong usum dukuh... Asa hoyong Assalamualaikum wr wb
NYAI
Atuh komo mun di pasihan dukuh... atuh komo waalaikumsalam
wr wb
SANTRI
(Beri isyarat datang tirai) Asa hoyong meser es krim...
kana tikoro matak ngareunah... sabab urang sanes muhrim.... ati-ati bilih
janten fitnah.
NYAI
Ih akang mani tiasaan pisan. Yeuh nyai gaduh pantun. Halodo
mah raosna metis... awak genah sanajan gerah.... teupangkeun abdi nu geulis...
Nyi Ijem nami nu endah.
SANTRI
Subhanalloh aduh nyi Ijem tea ieu teh. Alhamdulillah
kersaning gusti urang tiasa patepang, nya. Ieu abdi gaduh pantun. Sadaya-daya
mungguhing Allah... Jalmi nu gaduh tarekah... tepangkeun abdi Abdulloh...
santri tulen nu katelah.
NYAI
(berbicara sendiri). Alhamdulillah ieu pisan nu diimpi-impi
teh. Nya kasep, soleh, nyantri, putra pa haji bakri, bandar meri, loba sapi,
lega tanah sagala kabeuli, mun jadi kabogohna pasti loba nu iri. Yeuh kang
abdul kupingkeun. Kade mun ulin ka leuwung... bisi di gegel ku macan... cep
abdulloh tos gaduh kabogoh teu acan?
SANTRI
Mun urang ulin ka leuweung... Kade poho bedog panjang ...
Alhamdulillah abdi masih lajang.
NYAI
Atuh kaleresan sami abdi oge masih lajang ting-ting.
PAMUDA I
Hei kisanak! Terimalah pantunku ini. Kade nyarita kudu disaring... tong kagoda ku
nafsu syetan... nyi ijem kabogoh kuring... ulah wani ngadekeutan.
PAMUDA II
Keur naraon ieu teh make jeung aya acara ngaku-ngaku nyi
ijem kabogoh ilaing. Yeuh dangukeun. Melak bonteng di sawah garing... papanasan
nepi ka gering... nyi ijem geus dilamar kuring... bulan hareup arek dikawin.
PEMUDA III
Aeh-aeh saha maraneh. Ulah coba-coba ngadeukeutan nyi
ijeum. Ieu kuring boga pantun. Cau kulutuk geus ararasak..
Pamuda II
Ari kitu?
PAMUDA III
Dahar beakeun ku ilaing. Yeuh sanghareupan kuring pandekar
jompong. Asli turunan si jampang.
PEMUDA I
ulah peupeuleukeuk ilaing. Ieu bedog si kuda pateuh.
Meunang nganjuk ti aki ahmad, dijampean ku embah dalem sacolek. Dipuasaan di
guha saparwadi, di keueum 2 tahun di situ panjalu.
PAMUDA III
Sabaraha hargana?
PAMUDA 1
12 rebu lima ratus we sok nyeepkeun, dimirahkeun geura.
PAMUDA III
Ah paskeun we atuh 10 rebu. Mani asa kabina-bina teuing
ngabati teh.
PAMUDA I
Kieu we atuh kumaha pami 11.250, soalna tos naek ti tukang
panayna. Eit (terkejut) kunaon kuring jadi jualan bedog? Ieu rasakeun serangan
maut. CIAAAT
SANTRI
Hello. Please deh... ke antos punten tong waka dikawitan
gelutna. Abdi alim janten jalmi anu kalebet golongan anu dzolim
NYAI
Kakang dulloh?
SANTRI
Assalamualaikum
NYAI
(Ceurik) waalaikum salam....... haling nyingkah kaditu sing
jauh! (ka pamuda 1,2,3)
SYETAN
Tenang, nya. Ulah sabar, tong tawekal. Pasrahkan sadaya
pasoalahn ka mbah dukun di gunung tugel.
NYAI
Astaghfirullohaladzim. Hapunten sadaya-daya Gusti Nu Maha
Suci. Astaghfirullohaladzim
SYETAN
HUUAAAA PUANNAAS.
SANTRI
(Saat nya sendirian dalam sepi) Assalamualaikum ya ukhti
NYAI
Waalaikumsalam ya akhi.. SOUND TRACK
SURAT KEUR SI
UJANG
Zamzam Almubarok
JANG
SAPATU BOLA JEUNG TAS UJUMAKI NARUTO NU DIPENTA KUHIDEP
GEUS 3 BULAN CAN BISA WAE KABEULI
GAJI MACUL DI SAWAH LEDIS DISEDOT MINYAK GORENG, TAHU
TEMPE, JEUNG SAYUR KACANG
JUNG WE GEURA TEWAK ANGIN TULUY NGAHEOT, SUGAN HIDEP
PAPANGGIH JEUNG DORAEMON
JANG,
JERUK JENG APEL ANU DIPENTA KU HIDEP GEUS 6 BULAN CAN WAE
KABEULI
HONOR NGARAMET SABEDUG DI JURAGAN BAKRI CAN SANGGUP MAYAR
ELF KA CIKURUBUK
TEANGAN WE BUAH CECENET BARI MOROAN MANUK, SUGAN DI GUNUNG
AYA CIBLEK NGALEUPAS
JANG
BAJU LEBARAN ANU DIPENTA KU HIDEP KALAH GEUS 3 KALI LEBARAN
CAN MUNGKIN BISA KABEULI
PANGHASILAN NGALA KEUSIK JEUNG BATU ALI DI CILONGAN KALAH
LEDIS DIPAKE NGUBARAN NYERI CANGKENG KA DOKTER SYARHAN
YAP WE URANG MELAK ANAK ALBISO, SUGAN LADANG ALBISO 5 TAHUN
KAHAREUP BAJU LEBARAN BISA KABEULI
JANG
TONG SALEMPANG DUMEH TEU BOGA
EMA BAPA RUMASA JALMA TEU AYA,
IBARAT JALAN KA JANUTI, NAN
YAK MUDUN KA SINGAPARNA
GEUNING GEUS NEPI BANDUNG MAH LANCAR
MUGIA HIDEPMAH BEUNGHAR,
BEUNGHAR HATE, BEUNGHAR ELMU, BENGHAR DUNYA.
JANG
CENAH SAKOLA KA SLTA MAH CAN MUNGKIN BISA GRATIS
SING HORMAT HIDEP KA GURU, KOMO DEUIH KA STAF TU
URANG LUNASAN BIAYA ASUP SAKOLAH KU SURAT KETERANGAN TEU
MAMPU TI DESA
ATUH SPP SATIAP BULANNA
SUGAN WEEEEE BISA DIBAYAR KU SABONGSANG JUKUT, BEAS SAKOBOK,
MINYAK KALAPA, JEUNG PAIS CEREM
JANG
HIDEP AYEUNA GEUS MULAI DEWASA
ETA KUMIS GEUS NYEREPET LIR GURAME KASAATAN, BUUK LUIS CAP
MINYAK JALANTAH
JUNG GEURA KUMELENANG DI ALAM LALAGASAN, JUNG SAKOLA SAKUAT
TANAGA
INSYA ALLAH,
HIDEPMAH BERKAH
AMIN
SELAMAT BERJUMPA KEMBALI
KAKA
TIGA TAHUN TELAH BERLALU
KAU PUN SEGERA PARGI MENINGGALKAN KEBERSAMAAN KITA DISINI
SUDAHLAH, KA
TAK PERLU BERKATA SELAMAT TINGGAL
KAMI SUDAH TAU KAKA TAK MUNGKIN TERUS TINGGAL DI SINI
PERGILAH, KA
PERGI MEMBAWA NAMA BAIK MTS AR ROHMAH
DAN SAAT KAKA KEMBALI
KAMI DAPAT MELIHAT CAHAYA KEMENANGAN DIWAJAHMU
SEMOGA ALLAH MEWUJUDKAN SEMUA CITA-CITA BAIKMU
AKHIRNYA KUTEMPUH
JALAN YANG SUNYI MENDENDANGKAN LAGU BISU
SENDIRI DI LUBUK HATI
PUISI YANG KUSEMBUNYIKAN
DARI KATA-KATA
KETIKA KAKA MENGHADAPI MASALAH
BERSABARLAH DAN JANGAN PUTUS ASA
KETIKA KAKA MERAIH KEMENANGAN
BERSYUKURLAH DAN JANGAN BESAR KEPALA.
BE YOUR SELF, BE THE BEST, ALL IS WELL
JADILAH DIRI KAKA SENDIRI, JADILAH YANG TERBAIK, SEMUA AKAN
BAI-BAIK SAJA.
SURAT JANG EMA
Karya; Zamzam
Almubarok
MA
TAUN AYEUNA EMA TEU KEDAH REPOT-REPOT MESER BUKU TULIS
WEUTEUH
BUKU ANU TAUN KAMARI GE MASIH KAROSONG KENEH
MARGI SADIDINTEN ABI TARA NYERAT DI KELAS
MA
POE LEBARAN KALAH GEUS KASORANG
EMA TEU KEDAH BINGUNG MESER KOPEAH WEUTEUH
KOPEAH NU TAUN KAMARI GE MASIH SAE
MARGI SADIDINTEN ABI NETEPAN TARA NGANGE KOPEAH
MA
NGALA SULUH MAH WIOS KU ABDI
NGALA LAUKNA OGE KU ABDI
MASAKNA OGE KU ABDI
DIEMAMNA OGE KU ABDI
MA
DOMA JALU TOS MAL NGALINTUHAN DEUI
EMA TEU KEDAH NGARIT DEUI
KEUN DOMA URANG ICAL KA BANDAR KU ABDI
ARTOSNA OGE URANG SIMPEN DI ABDI
MA
HAPUNTEN DOSA NU MINDENG TEU KARASA
SADAR SOTENAN AYEUNA
NALIKA EMA RIPUH TEU DAMANG PARNA
ABDI NUJU GAPLEH BARI NGADUGEM SAPEUTING LILANA
DISUGUH KU JAGONG MEUNANG NGALA TI KEBON EMA,
BEULEUM LAUK EMAS TI BALONG NU TATANGGA
NALIKA EMA DIPUNUT ANJEUNA
KAKAKARA KU ABDI KARASA
HANJAKAL NU TAYA PAPADANA
HAPUNTEN EMA
DRAMATIK READING (LANGSUNG DIBACA )
EMEH
Assalamualaikum wr.wb. kanca-kanca sadayana tepangkeun abdi
Sareng emeh ti bojong heuay, abdi inol ti pasir piit, abdi sunil ti gunung
datar. Abdi kamras ti curug anying, abdi blukutuk ti Legok Kuru Maksad bade nampilkeun drama monolog.
EMEH
Kuring mah teu ngarti ka tatangga. Datang halodo manehna
nyarita. Emh dasar halodo edun cenah, sawah gararing, pepelakan di kebon
paraeh, rajeun loba suluh, beasna teu aya, rajeun hayang berjamaah ka masjid,
cai anu katampian saat. Nepi ka tara tulus sholat berjamaah oge. Tapi giliran
datang hujan, manehna nyarita; gusti rajeun loba beas suluhna baraseuh, rajeun
hayang berjamaah ka masjid jalan rarujit, moe mukena teu garing-garing. Nepi ka
tara tulus berjamaah na oge. Heran, teu ngarti kuringmah. astaghfirullohaladzim
SUNIL
Komo kuring mah
heran ka diri sorangan ku resep-resep teuing ngukut sapi domba jeung munding
mangkaning jukut hararese da puguh gararing, tapi anehna sok sanajan loba sapi
tapi daharmah sok jeung sambel deui goreng peda deui, padahal kuring kan teu
boga kebon cabe, komo ngukut atawa mijahkeun peda mah. Sugan ngajaran hayang
meuncit sapi jang sarapan pagi, mani asa kumaha lebar nateh beak karep. Malah
pernah si jalu doma kuring geus magrib can balik-balik bati di abur di kebon,
kuring nepi ka poho mandi poho solat apruk-aprukan neangan domba
peuting-peuting. Tapi giliran budak kuring nu geus parawan jam 8 peuting di
bawa jalan-jalan ka korsel ku kabogohna can balik-balik, nepi ka teu paduli.
Lebah dieu kuring nanya ka diri sorangan. Boa-boa kuring teh nyaah keneh ka
domba daripada ka budak kuring. astaghfirullohaladzim
KAMRAS
puguh kuring mah teu ngarti ka para pajabat. Sok inget
baheula manehna kompanyeu. Mani kacida pisan perhatian ka rakyatnateh, malah
sok ngabagi-bagi amplop sagala, kampung mineng dilongokan, anu salangsara di
bere bantuan, tuluy difoto babarengan. Mani bungah kacida, naha ari geus
meunang jadi pajabat. Imah-imah kumuh dibuldoser, rakyat miskin dialusir ti
jalan-jalan cenah bagian tina penertiban. Rajeun aya bantuan pembangunan
dipotongan ku dana aspirasi, terus dipotong ku pajak, terus dipotong ku
ngamplop ka wartawan bodrek. Tung tungna duit anu nepi ka rakyatmah ngorotan
deui nyaatan deui da wadahna loba nu bocor. Ah zaman kiwari loba pisan
kamunafikan. astaghfirullohaladzim
BLUKUTUK
Ari kuringmah carita teh kieu. Kasauran ahmad ibnu ujaibah
anu dimaksad RIDHO. Ridho teh nyaeta sikap lapangna hate nalika narima
pahitna papasten ti Allah. Tapi naon ari
nu dimaksud SARIDONA. Sakainget kuring ti mimiti diajar di sakola, pasantren
atawa pangajian can pernah ngadangu naon atuh ari harti saridona teh. Pedah
lamun kuring nyieun susuratan atawa ngurus hiji perkara ka kantor pamarentah,
kuring sok nanya janten sabaraha pangaosna? Cenah jawabnateh saridona. Kuring
mikir sabaraha atuh saridona teh. Harga endog 25rebu sakilo, bawang beureum
4rebu saparapat kilo, beas 10 rebu, tapi ari saridona sabaraha. Da dibere 5
rebu asa leutik teuing jeung era merenage, dibere 30 rebu asa geude teuing keur
mah teuboga kapan duitnage. Ah jadina 20 rebu we. Nepi ka kuring boga ideu, AKU
ADA IDEU. Arek jualan bala-bala, gehu jeung cireng make harga saridona. Waktu
aya nu meuli pokna teh kieu; meser bala-bala 3 campur gehu 2, sabaraha neng
pangaosna. Ku kuring teh dijawab saridona, meser seueur atanapi saalit
pangasona sami Rp. Saridona. Anu meuli gogodeg bari jeung seri koneng nyampur
curiga. Boa-boa ieu nu jualan salah obat. Kuring disangka gering pikir. Berarti
atuh jalma anu sok make harga saridona teh kaasup jalma............, tah kitu.
Padahal urusan duitmah kapan kudu jelas hitunganana, matak sistem ijon
diharamkeun oge kusabab teu jelas tea barang jeung hargana, lin? Mun saridona
dipake wae, ke bisa-bisa. Dipake maskawin ku kang........ ka
neng................... "tarima abdi nikah ka nenG.............. kalawan
maskawin ku artos SARIDONA" Astaghfirullohaladzim. Jadi rido teu aya
hubungananan sareng saridona. Praktek saridona teh geus teu sesuai jeung agama
tur logika berpikir akal sehat. Satuju. Astaghfirullohaladzim
INOL
lebah dieu urang kudu ngaji diri, muhasabah sing getol
pasti, ieu zaman geus araraheng. Balikeun sakabeh urusan ka Al Qur'an jeung
sunahna. Supaya urang salamet tur bagja. Seperti doa anu sering diucapkeun
minimal 17 kali sapoe. Ihdinassirotolmustaqim. Mugi gusti nuduhkeun ka abdi
sadaya kana jalan anu
lempeng,sirotolladzina....................... wassalamualaikum warohmatullohi
wabarokatuh.
PRIA SEJATI
Zamzam Almubarok
WARA :
Pengumuman-pengumuman ditujukan pada jawara-jawara sunda yang masih bujang atau
bermaksud nambah istri lagi, Prabu JOKO GANTENG yang baik hati dan tidak
sombong mengadakan sayembara. Barang siapa yang mampu mengalahkan Patih
GENDEREWO, akan menjadi pendamping Putri Purba Santan Kelapa yang cantik jelita
bak bunga anggrek di pohon mangga. Hadirin sidang ngadukeun jelema anu
kusimkuring dihormat. Peserta dianggap eleh jajaten lamun keluar tina garis
lingkaran ieu, atawa peserta anu ngajungkel teu sanggup hudang deui. Prung ah!!
PATIH :
Hayoh, saha nu wani-wani begalan pati ngadu nyawa jeng kawula. Hayo maju! Heh
saha anjeun
SUPERMAN : My name
ngaran kuring SUPERMAN!
PATIH :
Alamat?
SUPERMAN : Kp Jongol,
Kec Parungponteng, Kab Arab Saudi
PATIH :
Wah, ternyata kamu orang arab. Pasti namamu HAJI SUPERMAN. Okelah kalo begitu.
Majulah pa haji!
SUPERMEN di hantam sedemikian rupa namun tidak ada serangan
dan senjata satupun yang mampu melukai tubuhnya. Hingga
PENONTON : Tolong! Copeeet... jambret, copeet (Superman
lari keluar garis)
WARA :
Waduh sayang sekali pa Haji keluar garis dan dinyatan KALAH.
PATIH :
Untung ada copet, kalau tidak ada copet pasti aku sudah babak belur,
terimakasih copet! Betapa jasamu tiada taranya! Hayo siapa penantang
berikutnya. (masuk Galang ke arena). Hah? Saha ngaran maneh
WIRO SABLENG :
Ngarang kuring, Wiro Sableng. Kuring siap ngelehkeun anjeun, patih.
WARA :
Punten jang, peserta sayembara kedah sehat jiwa ragana. Punten sanes teu sopan,
nu gelo teu tiasa ngiringan sayembara.
WIRO : Abi jalmi
waras. Sehat wal afiat! Abi mah teu gelo
WARA : Saha
tadi ngaran anjeun teh?
WIRO : Wiro sableng.
WARA : Tuh
kan bener sableng. Sableng teh gelo tea.
WIRO : Abdi teu gelo,
abdi teu sableng.
PATIH : Saha
ngaran anjeun?
WIRO : Wiro Sableng.
PATIH : Tuh
kan ngaku deui sorangan....Hah, Galang, kamu kan pemain ganteng-ganteng
srigala. Minta tanda tangan dong. (lari berjingkrak) makasih!
GALANG : gwe
kesini buat ngalahin elo! Gwe emang cinta sama naila, cinta banget. Bangeet
sekali. Makanya, elo jangan bilangin naila bahwa gwe ikut sayembara ini. Ntar
sebagai hadiahnya, elo gwe traktir makan bakso.
PATIH :
Baiklah galang, kalau begitu majulah!
NAILA :
Galang! Gwe ga nyangka elo kejem banget sama gwe. Gwe tuh ga nyangka bahwa loe
selama ini... hu huuuaaa... elo ngerti
ga sih perasaan gwe? Teganya loe bohongin gwe.... sungguh teganya, dirimu
teganya.
GALANG : (OST)
Naila naila, please. Please deh elu dengerin dulu penjelasan gwe. Elo jangan
curiga begitu sama gwe. Gwe tetep sayang sama loe. Di hati gwe Cuma ada elo.
NAILA : Tuh
kan, dari tadi loe cungar-cengir. Ngendas ngendus kaya anjing buduk. Elo
ngetawain gwe, kan?
GALANG : Niala
please. Gwe ga ngetawain elo... emang ciri khas gwe cungar-cengir begini! Please
hargailah cungar-cengir ini
NAILA :
Tidak! Gwe benci sama loe, gwe sebel sama cungar-cengir loe!
GALANG : Naila
tunggu!
WARA :
Lalu... sipakah penantang berikutny?
1. fighting.....
2. money fight.
Sutisna :
Assalamualaikum wr wb. Tepangkeun nami abdi Sutisna ti Kampung..... maksad bade
ngalamar putri. Dina wangkid ayeuna simkuring bade nepangkeun sepuh di
sagedengen simkuring "PA OJON" sareng ieu. MA ODAH
PATIH : Sok
siah maju, lawan kuring.
SUTISNA :
Hapunten, abdi bakal ngengingkeun putri sanes ku gelut, sanes jogol, sanes ku
artos, nanging ku CINTA anu diridhoan ku Allah SWT.
PATIH :
Enya, tapi aturan karajaan. Anu boga hak ngagandeng putri teh anu bisa
ngelehkeun kawula. Sok siah maju tong liba bacot
SUTISNA :
Hapunten, dina Agama Islam, sakumaha anu diterangkeun dina Al Quran
.............., hadirin sidang ngadu-ngadu jelema anu kusimkuring dihormat.
Kumargi sakitu urang sakedahna ditebih-tebihkeun tina sifat deleka ka sasama,
margi ata teh kapan doraka hukumna.
PATIH :
waduh... kumaha atuh ieu teh?
WARA :
Punten jang, ieu senes pangaosan ibu-ibu. jung we geura uih. Tah ieu jang jajan
lumayan.
SUTISNA :
Hapunten, abdi kadieu maksad bade ngalamar putri.
PATIH :
Muhun nanging kedah bukbek heula sareng simaing! Eeuh... meni salalukri, nya
SUTISNA : Oh teu
tiasa. Hapunten abdi mah tara gelut
PATIH :
Balik atuh kaditu... hah... penonton, usir ieu peserta, bawa kadituh kanu jauh
PUTRI :
Tunggu... ayah, abdi milih cep sutistis
RAJA : Hah, naha
kunaon geuning hidep milih Cep Sutistis?
PUTRI :
Abdi milih pameget anu tiasa ngange uteukna sanes ototna, sae akhlakna iman tur
taqwa.
RAJA : Baiklah kalau
begitu,
PUTRI :
Terimakasih, ayah!
No comments:
Post a Comment