CONTOH AUDIO KABARET SILAHKAN DIAPRESIASI DI
https://youtu.be/mVbXSs_OFtc
https://youtu.be/mVbXSs_OFtc
PUTRI : Pun ampun nun paralun ka eyang anu linuhung anu jadi kuncen tangkal karuhun. BRRRR
EYANG : Hemmmbeee,
ditarima anaking. Sok geura setor eta bebekelan anu dibawa teh.
PUTRA : Sumangga, Eyang. Tarima abdi bobogohan di
ieu tempat kalayan setor ku duit 10 rebu, kopi sabungkus jeung roko sabatang
dibayar kontan
EYANG :
SAH!!
PUTRI :
Sekarang cuman ada kita berdua.
PUTRA : Iya.... malam yang sungguh sangat begitu
teramat indah.... (Suara Hp) Duh, Ema Nelepon. Assalamualaikum, Aya naon Ma?
EMA :
Keur dimana keneh wayah kieu can balik?
PUTRA : Ieu
nuju kerja kelompok sareng rerencangan, Ma. (Suara Hp)
PUTRI :
geus peuting, nyai? Geura uih, mamah Melang.
PUTRI : Aeh ari mamah, kan abdi nuju ngaos keneh
jam sakieu mah. Tos mah bilih terangeun pa ajengan. Nuju ngaos kan teu kengin
teteleponan.
PUTRA PUTRI :
Assalamualaikum.
MAMAH : Oh, jadi nyai nuju pangaosan pangajian di
ruyuk? Duduaan jeung kabogoh dibaturan jurig nyiliwuri. Kadieu, ilaing. Disiksa
siah.
PUTRI : Waduh,
aya mamah. Kumaha ieu teh.
MAMAH : budak ti mana ilaing rek wani ngarurujit si
nyai.
EMA : Bener bener ieu
budak, caritana kerja kelompok kalah
mojok hanapeun tangkal. Na ilaing teh kabina-bina teuing.
MAMAH : hei.. sing bener ngasuh budak
teh ulah kawas laku meri. Hantem ngendog tapi embung nyilemleuman
EMA : saha meri teh? ieu
budak saruana kurang didikan. Anjeun ulah nyalahkeun sepihak.
MAMAH : jadi ilaing nyalahkeun di
dieu, hmm?
EMA : kuring ge rumasa salah
tapi di dinya ge sarua salah. Ulah asa aing bener sorangan.
IBU : Assalamualaikum.
Ibu-ibu... ada apa malam-malam begini ramai bertengkar.
Mamah : Eh, Ibu RT. Ini bu, anak
kami.. emm
IBU RT : Sudahlah bu, mendingan
ibu pulang lalu didik putra-putri ibu di rumah, yah. Sini (Ke Putra) laki-laki
yang baik akan menjaga nama baik diri dan keluarganya.
PUTRA : saya mengerti Bu RT.
Maafkan kami
IBU RT : Sini (Ke Putri) Dengar ya
nak, Seorang wanita yang baik mampu menjaga kesucian dirinya. Pulanglah.
PUTRA : Ma makasih Bu RT.
Permisi. Assalamualaikum.
IBU RT : Keluarlah kau Eyang...
EYANG : Hi hi hi hi hukh hukh
huuuuuua ha ha ha ha
IBU RT : kau jadikan tempat ini
sebagai tempat maksiat, Eyang. Kau benar-benar syetan berwujud manusia.
EYANG : Manusia Syetan? hi hi hi Ibu RT, Syetan berwujud manusia
punya rasa punya hati, jangan samakan dengan IBU RT. Hi hi hi ha ha ha
IBU RT : Mulai sekarang,
tinggalkanlah tempat ini dan jangan berharap kau kembali.
EYANG : Siapa kau berani
mengusirku. Kau seorang pejabat, Bupati, Camat, Kades, Polisi, Hansip? Tidak,
tidak. Kau hanya seorang ketua RT.
Kahartos?
IBU RT : seharusnya, aku tidak berbicara denganmu, Eyang.
EYANG : huaaaha ha ha ha ha FIGHT
EYANG : Ampun... sudah, aku kalah.
Aku mengaku kalah. Jangan pukul lagi. aku kalah.
IBU RT : Kembalilah pada agama
yang benar, EYANG. Kepada Islam. Bertaubatlah
EYANG : aku tidak mau bertaubat.
Tapi aku akan segera pergi dari sini.
IBU RT : semoga Allah SWT
memberimu hidayah.
EYANG : kau baik sekali ibu RT,
sebagai tanda terimakasih. Terimalah Pohon ini. Jika kau sedang kepepet butuh
uang. mintalah berkah kepada pohon ini.
Niscaya pohon ini akan memberikanmu uang yang banyak.
IBU RT : Semoga Allah menjauhkan
kami dari perbuatan Syirik. Pergilah!!
Anak : Ibu, ade lapar. Dari
pagi ade belum makan. Apakah ibu punya
uang?
Ibu : Ini nak, uang Ibu
tinggal tersisa ini. Belilah makanan. Semenjak bapamu tiada, hidup kita menjadi
bertambah sulit.
Petugas PLN : Maaf bu, karena ibu belum bayar
tagihan listrik, jadi terpaksa untuk sementara listriknya tidak bisa digunakan.
Silahkan ibu lakukan pembayaran di tempat biasa.
IBU RT :
insya Allah segera kami bayar, pak.
Petugas Desa : Assalamualaikum, Bu.
IBU RT : Waalaikumsalam
Petugas Desa : Alhamdulillah gaji triwulan kango
Ibu RT tos cair. Mangga nyanggakeun ieu amplopna bu!
IBU RT : Alhamdullah, haturnuhun.
Ahirnnya bisa bayar listrik.
IBU RT : Mau bayar listrik, bu.
Ini no rekeningnya
Petugas : tunggu sebentar kami cek
dulu ya, Bu. Semuanya Rp 27.000,-
IBU RT : baiklah, dimana ya tadi
disini! Innalillahi. Dompet saya hilang, bu. Ya Allah, bagamana Ini?
PETUGAS : Bagaimana, Bu?
IBU RT : Apa yang harus ku
lakukan. Pohon itu... tidak ada cara lain. Aku harus meminta bantuan pohon itu.
EYANG :
Bu RT yang malang, Sudah kuduga, kau pasti akan meminta bantuan pada pohon itu.
Hua ha hi hi hi
IBU RT :
Kau datang lagi.... pohon itu tidak bisa memberikan apapun.
EYANG :
Pohon itu bisa mengabulkan semua keinginanmu, Bu RT.
IBU RT :
Pohon itu sudah mati
EYANG :
Mati? Bagaimana bisa mati?
ANAK :
Sudah ku siram dengan Bensin.
EYANG :
Apa? Ka ka kau.... bensin itu buat motor, bukan buat nyiram pot. Iiih dasar
anak kecel. Sebel aku
Anak :
sekarang kembalikan uang ibuku. Kau telah mencurinya.
EYANG :
terimalah pembalasanku. hiiiaaat FIGHT
IBU :
Terimakasih anakku. Kau anugrah terbaik bagi ibu.
ANAK : yaaayyuhalladzina amanu
ingtangsurulloha yangsurkum wayutsabbit akdamakum. Hai orang-orang yang
beriman, jika kamu menolong Agama Allah niscaya Allah akan menolongmu dan
meneguhkan kedudukanmu.
IBU :
Insya Allah.
No comments:
Post a Comment