Sunday, October 29, 2017

SKENARIO FILM; SANG SANTRI

SANG SANTRI
Karya; Zamzam Almubarok

1.       Track-suara PS, Kamera/santri berjalan membawa minuman dan obat, dilihat ibu sedang mengaji, kamera move to ibu. Munuman dan obat disimpan di meja dekat ibu, ibu tersenyum, ibu melihat ke adik, move to adik, TV dimatikan, santri berdiri memegang remot. Santri memberikan sarung, tampak adik kesal, “Sholat Ashar dulu sanah”, perintah santri. Ya, Kakak. Jawab adik ketus. Camera move to santri berjalan ---- disolve to pesantren
2.       Montage pesantren – 3 orang santri putri sedang berjalan menuju majlis tampak Seorang santri putri sedang berceramah, (kamera sebagai posisi penceramah) penceramah membuka kitab --- dissolve to
3.       Kitab sedang dikaji oleh 4 santriwan/ termasuk santri. Cut to
4.       Adi bersama teman temannya sedang main kartu. Tampak kepulan asap mengepul dissolve to
5.       Kastrol dibuka Beberapa santri putri sedang menanak nasi liwet dan lauk pauknya—kamera move to santri putri sedang membersihkan peralatan masak yang kotor – melihat ke tempe yang sedang diiris, lalab yang sedang ditata, sambal yang sedang diulek,  Dumbu dimasak tampak kepulan asap dissolve to
6.       Asap rokok dari mulut adik, tampak adik batuk-batuk. Teman-temannya menertawakan adik, cut to
7.       Tampak dari luar masjid seseorang sedang membaca Al Quran sangat merdu. Santri sedang duduk mendengarkan Cut to
8.       Di gardu adik cs bernyanyi diiringi gitar, tampak 3 orang putri berlalu, yang bernyanyi  menggoda mereka, yang dua orang putri ketus, seorang putri melihat ke arah adik, adik tersenyum, putri tersebut membalas senyum adik dan berlalu. Kamera zoom to teman adik yang kelihatan tampak kesal.
9.       santri sedang berjalan, ia melihat adiknya sedang ngobrol dengan seorang perempuan. Santri mendekat, perempuan itu berlalu meninggalkan santri dan adik. Adik pulang dan marah. Cut to
10.    Adik sedang asyik SMSan sambil senyum-senyum sendiri. Kamera move to ibu yang kesulitan meraih gelas. Obat dan makanan yang belum sempat dimakan, santri datang dan membantu sang ibu kamera move to Adik masih asyik sms
11.    santri mengambil hp adik dan melemparnya seraya memarahi di depan ibunya yang sedang sakit (zoom gelas di meja ibu, obat, nasi yang belum sempat dimakan)
12.    adiknya balik melawan dengan wajah menengadah dan mata melotot. Cut to
13.    Santri mengambil kitab, membuka dan membacanya, flash back
14.    Adik berdiri menengadah dan mata melotot. Flash back berakhir – cut to
15.    ia langsung menutup kitabnya dan berdiri, di teras koridor asrama, memandang langit. Cut to
16.    Adiknya ke rumah bersama teman temannya, bermain PS. Sms berbunyi, adik membaca sambil tersenyum, kamera move to seorang teman adik yang kelihatan marah
17.    Sakit ibunya mulai kambuh, meraih gelas, gelas jatuh dan pecah.
18.    Adik berhenti sms dan melihat ibunya. (zoom wajah adik) move to
19.    Santri masuk rumah, memarahi adiknya, menampar. Namun adik menjentikan jarinya dan  berlalu pergi bersama temannya. Cut to
20.    Santri dielus ibunya sambil mendengar nasehatnya. “anakku, kerasnya ombak tidak mampu menggoyahkan karang, tetapi tetesan air mampu membelah batu. Adikmu itu, tidak bisa berubah kalau kamu bersikap kasar” – AL HADIST disolve to
21.    Adik berpacaran, santri lewat tanpa menghiraukan mereka. Adik melihat kakanya dengan, wajahnya kecut. Cut to
22.    Adik bermain PS santri membiarkannya dan konsentrasi mengabdi kepada sang ibu.
23.    Adik di jalan berebutan perempuan sampai berkelahi. Adik dipukulin temannya.
24.    Santri melihat adiknya dipukulin santri menolong dan melerai mereka single fight, santri menang. Team fight (santri mengucapkan salam dan merekapun bersalaman)
25.    Santri meninggalkan adiknya. Adiknya menatap santri dengan haru.
26.    Santri melihat makanan sudah tersaji untuk ibunya.
27.    Setelah berdzikir, santri melihat di belakangnya adiknya sedang berdzikir
28.    Santri melihat adiknya sedang mengaji di ruang kelas
29.    Santri dan adiknya disediakan makan oleh sang IBU.

30.    Ibu, santri, adik, hidup bahagia.

No comments:

Post a Comment