CALONARANG (draft 1)
(Naskah karya: Zamzam
Almubarok, S.Sn)
CALONARANG : Ooh wahai
cermin, katakanlah. siapakah wanita paling cantik di dunia?
CERMIN :Tentu saja
engkau putri.
CALONARANG : Ha ha ha,
terimakasih, cermin.
CERMIN : Tapi,
walaupun kau cantik, semua itu tidak berarti.
CALONARANG : Apa
maksudmu, cermin?
CERMIN : Karena suami
putri telah selingkuh dengan perempuan lain.
CALONARANG :Suamikuuuu!!!
Ternyata diam-diam kau selingkuh? Kau suami tidak beradab, tak ubahnya kau
seperti binatang!!
SUAMI :Oh,
binatang? Ha ha aku ini suami yang waras dan normal, calonarang. Adalah wajar
jika aku mencari yang baru dan membuang
yang lama.
SINTA : Ayah, kenapa
ayah menyakiti perasaan ibu?
SUAMI :
Tenanglah, anakku. Kau ikutlah dengan ayah.
CALONARANG : Jangan pernah kau ambil anakku,
binatang. Aku menyesal telah memilihmu, hukh hukh
ha ha ha...
Wahai cermin, pun sapun kasaktena buana
pancatengah, sing mancalaputra mancalaputri.. yaaa
SUAMI : Istriku...
kau, kau ternyata seorang penyihir. Tidaaaak
SINTA : Jangan
ibu... ibu jangan, kasihan ayah, ibu... ayaah!!!
CALONARANG : Dia pantas
menerimanya, anakku. Sudahlah. Mari kita pulang.
Ketika
pagi, di kemudian hari.
SINTA :
Kunikmati sendiri, ketika dunia tak lagi temanku, diam kulari, berhenti dalam
ketiadaan, di atas kehampaan. Aku benci hidup ini.
JOKO : Tak perlu
benci, buang risau resah diri, ada aku
di sini.
SINTA : Maksudnya?
OST.... Datanglah calonarang, dan langsung mengusir joko
SINTA : Kenapa ibu
mengusir laki-laki tak berdosa itu.
CALONARANG : Laki laki
tukang rayu tak pantas buatmu, anakku. Pulanglah.
KEESOKAN HARINYA
NILEM : Kau mau
membawaku kemana, jaer?
JAER : Ayolah,
nilem. Aku hendak menunjukkan
pemandangan yang sangat indah.
NILEM : Oh, ya? Dimana?
JAER : Itu,
lihatlah di sana. Indah kan?
NILEM :
Oh itu, iya ya. Indah sekali. (Sinta lalu datang)
JAER : Keindahan
alam itu tidak seberapa bila dibandingkan dengan… kamu
NILEM : Oh...
makasih.
JAER : Sekarang
kamu pulanglah.
NILEM : Lho? Kenapa,
jaer? Kita kan baru sampai
JAER : Cepat pulang
nilem, sebentar lagi akan ada bencana alam.
NILEM : Oh ya udah.
Kamu aneh, jaer?
OST... tak lama calonarang datang segera menyakiti jaer hingga babak belur. Seraya mengucapkan
mantra... cucuk sampah bakteri virus jamur ulat... rasukilah manusia ini
JAER :
Tidaaak!
CINTA : Ibu, kenapa
ibu menyakiti dia?
CALONARANG : Laki-laki
hidung belang itu tak pantas bagimu. Pulanglah..
Di suatu senja, datanglah warga masyarakat bermaksud
menghakimi calonarang beserta anaknya
PAK RT : Lihat,
itulah perempuan anak si tukang sihir Calonarang. Tangkaplah dia. Ayo
SINTA : Tolong
tolong, Ibu
CALONARANG : Siapa berani
lancang menyakiti anakku?
PAK RT : Calonarang,
tindakanmu menyakiti para pemuda sudah keterlaluan. Kamu harus menerima hukuman.
CALONARANG : Kau hendak
membela pemuda tukang rayu itu, Pak RT?
PAK RT : Dia itu
anakku!!
CALONARANG : Ha ha ha...
pantas saja, dia mirip sekali denganmu.
PAK RT : Aaaah,
kurang ajar. Ayo kita tangkap tukang sihir itu.
Terjadilah perkelahian satu lawan 5 dan berakhir dengan kemenangan
calonarang.
SINTA : Kenapa ibu
menyakiti mereka.
CALONARANG : Ibu hanya
membela diri, sudahlah. Kita pulang saja.
OST Sinta mulai dijauhi warga, tidak ada yang menemaninya, muncul dua
pengembara
RAMA : Kenapa
mereka seperti menjauhi kita, guru?
GURU : Sepertinya,
mereka menjauhi gadis itu. Sudahlah Rama. Ini bukan urusan kita.
Sinta pulang sambil menangis mengadu kepada ibunya.
CALONARANG : Anakku,
sinta sayang. Kenapa engkau menangis. Siapa yang telah menyakitimu?
SINTA : Sinta sedih
bu, mengapa semua orang menjauhi Sinta, mengapa mereka membenci Sinta? Apa salah Sinta, bu?
CALONARANG :
Kurang ajar, berani benar mereka menyakiti anakku. Lihat saja, Akan aku balas. Akan kubalas mereka semua.
(mengeluarkan cermin) wahai cermin..... cermin, kau ada di sana? Cermin,
hallooooo! eeuuuh (mengeluarkan Hp) hallo, cermin, kemana saja kamu ku telp gak
diangkat-angkat.
CERMIN : Maaf, cermin
yang anda tuju sedang sibuk belanja, the number you are calling is busy please try egain
CALONARANG : Cermiiiin!!!!!
Hallo cermin,..
CERMIN : Oh ya, ada
apa putri?
CALONARANG : Cermin!
Kau... eukh. Pulang!!
CERMIN : Maaf putri.
Ada apa ribut sekali?
CALONARANG : Wahai cermin,
turunkanlah wabah penyakit bagi setiap yang membenci anakku, Sinta
CERMIN : Segera,
putri.
Di suatu tempat, banyak warga menderita kesakitan yang
luar biasa, 2 pengembara berlalu dan mencoba menolong mereka. Sementara di
kediaman calonarang.
CALONARANG : Sinta
sayang, kau sudah pulang. Ada apa lagi denganmu?
SINTA : Sinta mohon,
ibu janga menyakiti orang-orang tak berdosa.
CALONARANG : Mereka
bersalah karena telah menyakitimu, Sinta.
SINTA : Kalau ibu
sayang sama sinta, bukan begitu caranya, bu. Selama ini sinta dijauhi
masyarakat karena mereka takut sama ibu.
CALONARANG :
Itu lebih baik agar kau tetap aman di samping ibu.
SINTA :
Apakah semua ini karena ayah, bu. Apakah karena ayah, ibu membenci setiap
lelaki yang mendekati sinta. Sinta mohon, bu. Buang cermin yang telah
menyesatkan ibu selama ini. (PAUSE)
CALONARANG : Wahai
cermin, aku perintahkan agar kau menarik kembali wabah penyakit yang telah
menyerang warga
CERMIN : Maaf putri.
Tidak bisa.
CALONARANG : Beraninya
kau menolak perintahku, cermin. Menjauhlah dariku (melemparnya)
SINTA : Terimakasih,
bu
Tiba-tiba, dari arah cermin keluarlah dua sosok denawa.
CERMIN : Hua ha wahai
putri, karena kau telah berkhianat. Kau harus kami lenyapkan.
Datanglah dua pengembara
RAMA : Siapakah
makhluk aneh itu, guru.
GURU : Entahlah,
guru rasa merekalah penyebab semua kekacauan ini.
CERMIN : Rupanya ada
yang mau berlagak sok pahlawan, di sini.
RAMA : Jadi, bisa
kita mulai?
Terjadilah perkelahian dan berakhir dengan kemenangan 2 pengembara
CALONARANG : Terimakasih
pengembara, semoga Allah SWT menjadi pembalas terbaik atas jasamu.
GURU : Amin...
kalau boleh saya tahu, siapa kedua denawa tadi itu.
CALONARANG :
Ceritanya panjang, dulu aku menemukan cermin itu ketika sedang belanja di
mall, lalu cermin itu kubeli seharga Rp 4500,-. Selanjutnya.................
SEKIAN
No comments:
Post a Comment