Monday, April 17, 2017

NASKAH DRAMA FIKSI - CALONARANG

CALONARANG (draft 1)
(Naskah karya: Zamzam Almubarok, S.Sn)
CALONARANG               : Ooh wahai cermin, katakanlah. siapakah wanita paling cantik di dunia?
CERMIN                             :Tentu saja engkau putri.
CALONARANG               : Ha ha ha, terimakasih, cermin.
CERMIN                              : Tapi, walaupun kau cantik, semua itu tidak berarti.
CALONARANG               : Apa maksudmu, cermin?
CERMIN                              : Karena suami putri telah selingkuh dengan perempuan lain.
CALONARANG               :Suamikuuuu!!! Ternyata diam-diam kau selingkuh? Kau suami tidak beradab, tak ubahnya kau seperti binatang!!
SUAMI                                :Oh, binatang? Ha ha aku ini suami yang waras dan normal, calonarang. Adalah wajar jika aku mencari yang baru dan  membuang yang lama.
SINTA                                   : Ayah, kenapa ayah menyakiti perasaan ibu?
SUAMI                                : Tenanglah, anakku. Kau ikutlah dengan ayah.
CALONARANG               :  Jangan pernah kau ambil anakku, binatang. Aku menyesal telah memilihmu, hukh hukh
                                                ha ha ha... Wahai cermin,  pun sapun kasaktena buana pancatengah, sing mancalaputra mancalaputri.. yaaa
SUAMI                                : Istriku... kau, kau ternyata seorang penyihir. Tidaaaak
SINTA                                   : Jangan ibu... ibu jangan, kasihan ayah, ibu... ayaah!!!
CALONARANG               : Dia pantas menerimanya, anakku. Sudahlah. Mari kita pulang.
                        Ketika pagi, di kemudian hari.
SINTA                                   : Kunikmati sendiri, ketika dunia tak lagi temanku, diam kulari, berhenti dalam ketiadaan, di atas kehampaan. Aku benci hidup ini.
JOKO                                    : Tak perlu benci, buang risau resah diri,  ada aku di sini.
SINTA                                   : Maksudnya?
OST.... Datanglah calonarang, dan langsung mengusir joko
SINTA                                   : Kenapa ibu mengusir laki-laki tak berdosa itu.
CALONARANG               : Laki laki tukang rayu tak pantas buatmu, anakku. Pulanglah.
KEESOKAN HARINYA
NILEM                                 : Kau mau membawaku kemana, jaer?
JAER                                     : Ayolah, nilem.  Aku hendak menunjukkan pemandangan yang sangat indah.
NILEM                                 : Oh, ya? Dimana?
JAER                                     : Itu, lihatlah di sana. Indah kan?
 NILEM                                : Oh itu, iya ya. Indah sekali. (Sinta lalu datang)
JAER                                     : Keindahan alam itu tidak seberapa bila dibandingkan dengan kamu
NILEM                                 : Oh... makasih.
JAER                                     : Sekarang kamu pulanglah.
NILEM                                 : Lho? Kenapa, jaer? Kita kan baru sampai
JAER                                     : Cepat pulang nilem, sebentar lagi akan ada bencana alam.
NILEM                                 : Oh ya udah. Kamu aneh, jaer?
OST... tak lama calonarang datang segera menyakiti jaer hingga babak belur. Seraya mengucapkan mantra... cucuk sampah bakteri virus jamur ulat... rasukilah manusia ini
JAER                                     : Tidaaak!
CINTA                                  : Ibu, kenapa ibu menyakiti dia?
CALONARANG               : Laki-laki hidung belang itu tak pantas bagimu. Pulanglah..
 Di suatu senja, datanglah warga masyarakat bermaksud menghakimi calonarang beserta anaknya
PAK RT                                : Lihat, itulah perempuan anak si tukang sihir Calonarang. Tangkaplah dia. Ayo
SINTA                                   : Tolong tolong, Ibu
CALONARANG               : Siapa berani lancang menyakiti anakku?
PAK RT                                : Calonarang, tindakanmu menyakiti para pemuda sudah keterlaluan. Kamu harus menerima hukuman.
CALONARANG               : Kau hendak membela pemuda tukang rayu itu, Pak RT?
PAK RT                                : Dia itu anakku!!
CALONARANG               : Ha ha ha... pantas saja, dia mirip sekali denganmu.
PAK RT                                : Aaaah, kurang ajar. Ayo kita tangkap tukang sihir itu.
Terjadilah perkelahian satu lawan 5 dan berakhir dengan kemenangan calonarang.
SINTA                                   : Kenapa ibu menyakiti mereka.
CALONARANG               : Ibu hanya membela diri, sudahlah. Kita pulang saja.
OST Sinta mulai dijauhi warga, tidak ada yang menemaninya, muncul dua pengembara
RAMA                                 : Kenapa mereka seperti menjauhi kita, guru?
GURU                                   : Sepertinya, mereka menjauhi gadis itu. Sudahlah Rama. Ini bukan urusan kita.
Sinta pulang sambil menangis mengadu kepada ibunya.
CALONARANG               : Anakku, sinta sayang. Kenapa engkau menangis. Siapa yang telah menyakitimu?
SINTA                                   : Sinta sedih bu, mengapa semua orang menjauhi  Sinta, mengapa mereka membenci  Sinta? Apa salah Sinta, bu?
CALONARANG               : Kurang ajar, berani benar  mereka menyakiti anakku. Lihat saja,  Akan aku balas. Akan kubalas mereka semua. (mengeluarkan cermin) wahai cermin..... cermin, kau ada di sana? Cermin, hallooooo! eeuuuh (mengeluarkan Hp) hallo, cermin, kemana saja kamu ku telp gak diangkat-angkat.
CERMIN                              : Maaf, cermin yang anda tuju sedang sibuk belanja, the number  you are calling is busy please try egain
CALONARANG               : Cermiiiin!!!!! Hallo cermin,..
CERMIN                              : Oh ya, ada apa putri?
CALONARANG               : Cermin! Kau... eukh. Pulang!!
CERMIN                              : Maaf putri. Ada apa ribut sekali?
CALONARANG               : Wahai cermin, turunkanlah wabah penyakit bagi setiap yang membenci anakku, Sinta
CERMIN                              : Segera, putri.
Di suatu tempat, banyak warga menderita kesakitan yang luar biasa, 2 pengembara berlalu dan mencoba menolong mereka. Sementara di kediaman calonarang.
CALONARANG               : Sinta sayang, kau sudah pulang. Ada apa lagi denganmu?
SINTA                                   : Sinta mohon, ibu janga menyakiti orang-orang tak berdosa.
CALONARANG               : Mereka bersalah karena telah menyakitimu, Sinta.
SINTA                                   : Kalau ibu sayang sama sinta, bukan begitu caranya, bu. Selama ini sinta dijauhi masyarakat karena mereka takut sama ibu.
CALONARANG               :  Itu lebih baik agar kau tetap aman di samping ibu.
SINTA                                   : Apakah semua ini karena ayah, bu. Apakah karena ayah, ibu membenci setiap lelaki yang mendekati sinta. Sinta mohon, bu. Buang cermin yang telah menyesatkan ibu selama ini. (PAUSE)
CALONARANG               : Wahai cermin, aku perintahkan agar kau menarik kembali wabah penyakit yang telah menyerang warga
CERMIN                              : Maaf putri. Tidak bisa.
CALONARANG               : Beraninya kau menolak perintahku, cermin. Menjauhlah dariku (melemparnya)
SINTA                                   : Terimakasih, bu
Tiba-tiba, dari arah cermin keluarlah dua sosok denawa.
CERMIN                              : Hua ha wahai putri, karena kau telah berkhianat. Kau harus kami lenyapkan.
Datanglah dua pengembara
RAMA                                 : Siapakah makhluk aneh itu, guru.
GURU                                   : Entahlah, guru rasa merekalah penyebab semua kekacauan ini.
CERMIN                              : Rupanya ada yang mau berlagak sok pahlawan, di sini.
RAMA                                 : Jadi, bisa kita mulai?
Terjadilah perkelahian dan berakhir dengan kemenangan 2 pengembara
CALONARANG               : Terimakasih pengembara, semoga Allah SWT menjadi pembalas terbaik atas jasamu.
GURU                                   : Amin... kalau boleh saya tahu, siapa kedua denawa tadi itu.
CALONARANG               : Ceritanya panjang, dulu aku menemukan cermin itu ketika sedang belanja di mall, lalu cermin itu kubeli seharga Rp 4500,-. Selanjutnya.................                                                           


SEKIAN

No comments:

Post a Comment