Monday, April 17, 2017

NASKAH DRAMA KRITIK SOSIAL - INSTITUT PELAJARAN BEBAS (IPB)

INSTITUT PELAJARAN BEBAS
(Zamzam Almubarok)
Ami sedang diintrogasi oleh sang ayah yang kelihatan dingin dan seolah memandang pembicaraan mereka tidak penting karena fokus sang ayah terbagi dua, pada batu akik dan pada ami. 
AYAH    : Pokoknya kamu harus mendapatkan peringkat pertama di kelas, terutama nilai Matematika dan IPA, kelak kamu harus menjadi dokter. Sukses seperti ayah (sambil mengelus-elus batu akik miliknya dengan seksama)!
AMI      : Tapi ami tidak suka matematik dan IPA, ayah. Ami menyukai Bahasa. Ami tidak mau jadi dokter. Ami ingin menjadi seorang penulis.
AYAH                : Penulis katamu? waduh... cita-citamu sungguh tidak berbobot, ami. Sangat berbeda dengan batu akik milik ayah ini. Lebih dari sekedar berbobot.
AMI      : Tidak ada rumusnya, ayah bahwa setiap dokter lebih sukses daripada penulis. Justru awal dari pengetahuan dan sejarah dunia dimulai dari tradisi menulis sehingga banyak orang sukses yang terlahir dari seorang penulis.
AYAH    : bisakah ami menulis sejarah tentang asal-usul batu akik ini?
AMI      : (ketus) hmm, ayah! (pergi meninggalkan ayah)
Di sekolah, ami sedang duduk termenung ketika teman-teman datang menyapanya
NITA     : Hei... melamun. Kenapa?
AMI      : Eh, kalian. Engga, Ami lagi bingung aja.
BIMO    : Bingung karena mau Ujian Kenaikan Kelas, kan? Tenang aja, kita semua pasti lulus.
NITA     : Iya sih, zaman sekarang kan siapapun bisa lulus. Yang rajin yang malas, akhirnya lulus-lulus juga, jadi kenapa harus bingung?
AMI      : Ami baru tahu, walaupun ga pernah belajar sering bolos dan malas mengerjakan tugas masih bisa lulus ujian sekolah. Kok bisa?
BIMO    : Iya lah, karena sekarang kita udah punya konsultan pendidikan terbaik.
AMI      : Konsultan?
BIMO    : Konsultan itu bernama Eyang Lungsur Langsar, beliau pernah belajar satu semester di Amerika, 2 semester di Israel, mengulang semester di Australia, lalu mendapatkan gelar Drop Out di Timur tengah, terakhir lulus mendapatkan gelar mahasiswa abadi di Indonesia.
NITA     : Siapapun yang datang ke Eyang lungsur-langsar, akan lulus menempuh ujian sekolah.
AMI      : (marah) Ami bingung kenapa ayah memaksaku meraih cita-cita yang tak kuinginkan? Lalu sekarang aku mendengar hal gila di mana ada seorang sarjana komedi menjadi panutan para pelajar.
BIMO    : Ya, setidaknya eyang lungsur-langsar membantu keberhasilan belajar kita...
AMI      : Kalian mau lulus sekolah tapi tak berilmu, kalian puas naik kelas tapi tak punya kemampuan? Kalian benar-benar telah menipu diri kalian sendiri. (pause) Ami akan menemui eyang lungsur-langsar itu,.
Ami dan teman-temannya mengendap-ngendap mengintip aktifitas eyang lungsur langsar bersama anak buahnya. Sementara eyang lungsur-langsar tengah bersiap melakukan rapat bersama bawahannya
EYANG              : Hi hi hi... wahai para fans gw yang pade gokilz abiz dah, hari ini kita meeting ngebahas pendirian kampus terbaru kita. Silahkan presentasi dimulai dari mbah bedegul.
EDEGUL            : Hmmm... hachih. Proyek pembangunan Institut Pelajaran Bebas disingkat IPB telah selesai dibangun dengan memakan biaya 7ribu 5puluh 4ratus 2ribu 9juta rupiah. Untuk kurikulumnya silahkan Mr brow menjelaskan.
Mr BROW          : Ok,,, Institut Pelajaran Bebas atau disingkat IPB ini akan segera menjadi pesaing berat Institut Pertanian Bogor, bahkan akan lebih populer. Karena kita punya program unggulan, yaitu
1.    program satu bulan lulus sarjana dari universitas ternama dan terakreditasi A ye.
2.    Mahasiswa  dilarang keras membolos dan/atau alpa kecuali izin bolos dan izin alpa itu boleh, yang penting izin lah,
3.    setiap mahasiswa minimal 75% kehadiran pada mata pelajaran wajib yaitu pelajaran istirahat dan pelajaran pulang
4.    SPP harus dibayar secara lancar alias lungsur-langsar.
BEDEGUL          : Mahasiswa lulusan Institut Pelajaran Bebas untuk jurusan mesin akan mendapatkan gelar Sarjana Foto Kopi, dari jurusan komputer mendapat gelar sarjana download, jurusan film dan sinetron mendapat gelar sarjana air mata, bahkan telah dibuka jurusan kesejahteraan rumah tangga untuk mendapatkan gelar sarjana poligami.
EYANG              : Ciuz lo? truz syarat masuknya apa saja tah?
Mr BROW          : Ok, persyaratannya saaaaangat mudah. Cukup foto copy ijazah SLTA, memiliki minat sangat tinggi terhadap pelajaran bebas, serta membayar uang bangunan 2ratus 5ribu 3juta rupiah melalui rekening bank rentenir syariah terdekat. Kita akan promosi besar-besaran, karena semakin banyak siswa yang masuk semakin untung kita, hua ha ha
EYANG              : Trus rata-rata nilai raport dan nilai UN akan menjadi pertimbangan?
BEDEGUL          : Hachiiw... tenaaaang eyang, kita kan memiliki departmen mark up raport dan Komisi Alam Gaib. Tahun ini peserta didik SLTA 100% lulus mulus eyang.
EYANG              : Bagus, bagus.... dengan demikian generasi muda akan merasa nyaman dan nikmat dalam kebodohannya, generasi muda yang tidak pernah sadar akan kekurangannya, negeri ini akan hancur, agama dan budaya luhur bangsa akan kita musieumkan. Segera, kita bisa menguasai negeri ini. Ha ha ha ha
Tiba-tiba, dari arah tak terduga satu lemparan batu mengenai eyang lungsur langsar.
EYANG              :  Adaw... apaan nh. Hm terlalu
NITA                 : Ketika generasi muda dirusak masa depannya
BIMO                : Sumber penyakitnya harus segera ditemukan
AMI                  : Kemudian dimusnahkan
EYANG              : Siapa kalian?
NITA                 : Atas nama cinta dan ilmu pengetahuan
BIMO                : Bersatu membasmi kebodohan
AMI                  : Aku ga mau so soan laganya pahlawan kartun, ah. kita biasa-biasa aja, ya.
NITA                 : Yah ami,
BIMO                : Padahal tadi itu keliatan keren.
MR BROW         : Dasar anak-anak pinter, kurang bandel kalian.
AMI                  : Ketika nasihat tak lagi dihiraukan maka hukuman adalah langkah terakhir sebuah pelajaran.
Pertarungan pun tak terelakkan dan berakhir dengan kemenangan eyang lungsur-langsar dkk.
NITA                 : Celaka, kita kalah. Bagaimana ini.
BIMO                : Pasti mereka memiliki kelemahan.
Mr BROW          : Dasar anak-anak kurang bandel. Tau rasa kalian hua ha ha
AMI                  : Itu dia kelemahannya, mereka membenci ilmu pengetahuan.
Ami, Bimo dan Nita saling berbisik kemudian ami membaca soal-soal program komputer, Bimo membaca soal matematika, dan Nita membaca soal biologi. Eyang lungsur-langsar dkk mulai pusing, kepala mereka laksana pecah tubuh mendadak kaku lalu terkapar tak kuat menjawab.
AMI                  : Alhamdulillah, kita menang.
2 bulan kemudian, pembagian raport. Orang tua murid sudah berkumpul termasuk ayah ami. Mereka siap mendengarkan pengumuman prestasi dari dewan guru
GURU               : Assalamualaikum warahmatullah... hadirin sekalian, peserta didik berprestasi dalam bidang Pendidikan Agama Islam diraih oleh ananda Yudistira.
GURU               : Berikutnya, peserta didik berprestasi dalam bidang Matematika dan IPA diraih oleh... Ananda Bimo.
AYAH                : Ami... ayah sungguh kecewa dengan kamu. Seharusnya ayah memiliki anak yang menghargai impian orang tuanya. (beranjak hendak keluar)
GURU               : Dan, peserta didik berbakat dalam bidang IT diraih oleh... ananda Ami. Silahkan kedepan, untuk kata-kata sambutan akan disampaikan oleh ananda AMI
AMI                  : Assalamualaikum, Syukur alhamdulillah wassolatu wassalamu ala rosulillah. Ami ingin mengucapkan terimakasih kepada ibu bapa guru, semua teman-teman ami, nita dan bimo, dan untuk Ayah. ayah adalah inspirasi bagi ami, ayah yang terbaik bagi ami. Dan untuk teman-teman semua. kita sekolah untuk meraih ilmu, menggapai cita-cita yang kita impikan, kalaupun nilai UN dan raport kita besar itu karena sesuai dengan kemampuan kita. Kalaupun nilai raport dan UN kita kecil, itulah hal jujur terbaik yang harus kita terima sebagai nasihat untuk memperbaiki diri kita sendiri. Sukses bagi kita semua.
AYAH                : Sini kamu!
AMI                  : Ayah, maafkan ami.
AYAH                : Jadilah programer profesional, atau jadilah menjadi apa saja yang kamu inginkan. Maafkan ayah karena telah salah menilaimu.
AMI                  : ayah,... Terimakasih ayah.....


SEKIAN

No comments:

Post a Comment