Audio drama kabaret ini silahkankan dilihat
https://youtu.be/r9Z1QBg4HcY
MAN JADA WA JADA
https://youtu.be/r9Z1QBg4HcY
MAN JADA WA JADA
Karya: Zamzam Almubarok
PUTRA : hei, aku jaka, kamu siapa?
PUTRI : oh... Putri.
PUTRA : Namanya Putri, manis kaya kedongdong. Kamu
ngambil kejuruan apa?
PUTRI : Aku IPA kalau kamu?
PUTRA : Aku IPS. Putri. Aku cinta kamu!
PUTRI : hmm... terimakasih. Tapi aku tidak. (teman Putri tertawa)
GURU : Jaka, kelas X IPS.
JAKA : Ibu memanggil saya?
GURU :
Silahkan duduk. Perhatikan. Rata-rata nilai matematika. 2,30. Nilai B Inggris,
2, 10. Dan ini nol ini nol nol dan nol. Bahkan nilai seni budaya pun Cuma 1,
25. Ini kamu yang malas atau guru yang ga bisa ngajar?
JAKA : Itu nilai jaka, Bu?
GURU : Nilai siapa lagi, ya kamu lah.
Perbaikilah kalau kamu masih punya rasa malu, jaka.
JAKA LATIHAN SILAT
IBU :
owalah jaka, jaka. Kerjamu silat melulu. Mau jadi pendekar toh? Pake tu otakmu.
Ni zaman udah berubah, bukan zaman mataram lagi. owalah ampun.
JAKA : Jaka ga ada bakat pinter, bu.
IBU :
Man Jada Wa Jada. Bagi Alloh, semuanya mungkin. Ya toh. Ayo sing tambah rajin,
tambah khusyu. Jangan lupa berdoa, minta sama yang kuasa.
GURU :
Anak-anak. Minggu depan akan ada olimpiade matematika tingkat kecamatan. Nah,
dari sekolah kita akan diwakili oleh 2 orang peserta didik terbaik, yakni Bimo
dan PUTRI. (tepuk tangan). Satu orang Pemenang olimpiade ini akan mendapatkan
beasiswa di Universitas Indonesia.
AYAH : Ingat anakku, putri. Ayah sangat
berharap kamu menang dan mendapatkan beasiswa itu.
PUTRI : Tenang, ayah. Putri pasti menang. Takkan
kubiarkan seorangpun bisa mengalahkan putri, karena...
IBU :
Kamu putra keluarga besar Profesor Arta Bimo, kamu memiliki darah seorang
jenius. Darah seorang profesor. Sudah sepantasnya kamu menang
BIMO : Ibu tidak perlu khawatir. Bimo akan
menjadi yang terbaik, bu. Menjadi anak kebanggaan ayah. Tak seorang pun yang
JOKO : percaya pada joko. Joko anak orang
miskin, ga berpendidikan. Joko mau ikut olimpiade itu, bu. Ya kali aja joko
menang
IBU :
ha ha ha.... tentu saja joko,
dimana ada kemauan di situ ada jalan. Ya toh
DUKUN : pais cerem, lalab kangkung, sangu pulen, sambel
bawang hua ha ha.... aya naon iyeu teh incu, mani asa ngararimpi.
UJANG :
Kieu ma, ujang ek ngiluan olimpiade, ujang hayang meunang oge kudu meunang.
Cing tingali ku ema sakola mana anu bakal jadi lawan beurat, ma.
DUKUN : ah atuh ngapalkeun we sing bener, jang. Nu
kieu kieu wae mani koat dudukunan sagala.
UJANG : yee ari ema. Sok sok atuh, ma.
DUKUN : yaya yeye mal bisa jang, masing ge dukun,
ema boga keneh rasa peri kamanusaan yang adil dan beradab
UJANG : kumaha pami isukan ujang mawa pais gurame, lalab
daun gedang, jeung sambel suuk.
DUKUN :
Tah kecuali lamun kitu mah ku ema dibantuan. Brrrrr birigidig birigidig kieu
jang. Sakola anu kacida hadena teh nyaeta MA MIFTAHUL FALAH CICADAS. Guruna
harebat, muridna calerdas. kepala sakolana tegas tur bijaksana. Bisi teu apal,
mantan ema Pa Anton teh. Ehm aya duaan anu pang pinterna bimo jeng putri
ngaranna. Kitu, jang.
UJANG : nuhun, ma.
UJANG :
Siapa diantara kalian yang berani-berani ikut olimpiade (menunjukkan daging ayam) akan ujang kunyah sampai tulang-tulangnya.
Terutama kau putri dan kau bimo! (Bimo
pingsan)
DUKUN :
(seperti bisikan) turuti saja maunya
ujang, jangan lapor polisi, jangan ribut, jangan ikut olimpiade. Kecuali kau
jaka, anak yang paling bloon kamu mah apa atuh ikut olimpiade atau tidak juga
sama saja.
KOOR : Kami tidak akan ikut olimpiade.
PUTRI : Apa apaan ini, bimo. Kamu harus ikut.
Tidak perlu kamu takut. Bimo, sadar Bimo sadar.
GURU : Jadi kalian akan menyerah.
JAKA : Aku saja yang ikut, bu. Menemani putri.
GURU : Emmm, karena emm tidak ada yang bisa
kecuali putri dan kamu jaka, barangkali
PUTRI : Hari ini aku semakin bingung dengan tingkahmu
jaka. Kamu itu nekad atau kamu sudah benar-benar bodoh?
JAKA : Terimakasih.
PANITIA : Ada 100 soal berbentuk essay. Waktu kalian 90
menit. Dimulai.
PANITIA :
2 orang pemenang olimpiade tahun ini dan berhak mendapatkan beasiswa
Universitas Indonesia adalah. Peringkat ke 2. Putri dari MA MIFTAHUL FALAH
CICADAS. Sedangkan peringkat pertama adalah JAKA dari MA MIFTAHUL FALAH CICADAS.
(Ujang Pingsan)
DUKUN: Aji sirep
banyu bajra... tidurlah tidurlah tidurlah
UJANG : kalian berdua benar-benar sudah bosan hidup
JAKA : ....................... FIGHT------
DUKUN : Ajian meraga sukma... (memasuki tubuh ujang) – fight -- Tepuk tangan
GURU : Ibu salah menilaimu, Jaka. sekarang kau
telah berubah
JAKA : Setiap orang punya kesempatan untuk
berubah, bu.
PUTRI : Emm, hai jaka. Putri ucapkan Selamat atas
prestasimu jaka.
JAKA : Terimakasih....
JAKA :
(menghadap sang ibu), Ibu, Seperti k atamu
MAN JADA WA JADA; SIAPA YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH AKAN BERHASIL, Bu. Jaka
Berhasil Bu
--------------------------------- F I N
No comments:
Post a Comment