Sunday, October 29, 2017

SKENARIO FILM; SANG SANTRI

SANG SANTRI
Karya; Zamzam Almubarok

1.       Track-suara PS, Kamera/santri berjalan membawa minuman dan obat, dilihat ibu sedang mengaji, kamera move to ibu. Munuman dan obat disimpan di meja dekat ibu, ibu tersenyum, ibu melihat ke adik, move to adik, TV dimatikan, santri berdiri memegang remot. Santri memberikan sarung, tampak adik kesal, “Sholat Ashar dulu sanah”, perintah santri. Ya, Kakak. Jawab adik ketus. Camera move to santri berjalan ---- disolve to pesantren
2.       Montage pesantren – 3 orang santri putri sedang berjalan menuju majlis tampak Seorang santri putri sedang berceramah, (kamera sebagai posisi penceramah) penceramah membuka kitab --- dissolve to
3.       Kitab sedang dikaji oleh 4 santriwan/ termasuk santri. Cut to
4.       Adi bersama teman temannya sedang main kartu. Tampak kepulan asap mengepul dissolve to
5.       Kastrol dibuka Beberapa santri putri sedang menanak nasi liwet dan lauk pauknya—kamera move to santri putri sedang membersihkan peralatan masak yang kotor – melihat ke tempe yang sedang diiris, lalab yang sedang ditata, sambal yang sedang diulek,  Dumbu dimasak tampak kepulan asap dissolve to
6.       Asap rokok dari mulut adik, tampak adik batuk-batuk. Teman-temannya menertawakan adik, cut to
7.       Tampak dari luar masjid seseorang sedang membaca Al Quran sangat merdu. Santri sedang duduk mendengarkan Cut to
8.       Di gardu adik cs bernyanyi diiringi gitar, tampak 3 orang putri berlalu, yang bernyanyi  menggoda mereka, yang dua orang putri ketus, seorang putri melihat ke arah adik, adik tersenyum, putri tersebut membalas senyum adik dan berlalu. Kamera zoom to teman adik yang kelihatan tampak kesal.
9.       santri sedang berjalan, ia melihat adiknya sedang ngobrol dengan seorang perempuan. Santri mendekat, perempuan itu berlalu meninggalkan santri dan adik. Adik pulang dan marah. Cut to
10.    Adik sedang asyik SMSan sambil senyum-senyum sendiri. Kamera move to ibu yang kesulitan meraih gelas. Obat dan makanan yang belum sempat dimakan, santri datang dan membantu sang ibu kamera move to Adik masih asyik sms
11.    santri mengambil hp adik dan melemparnya seraya memarahi di depan ibunya yang sedang sakit (zoom gelas di meja ibu, obat, nasi yang belum sempat dimakan)
12.    adiknya balik melawan dengan wajah menengadah dan mata melotot. Cut to
13.    Santri mengambil kitab, membuka dan membacanya, flash back
14.    Adik berdiri menengadah dan mata melotot. Flash back berakhir – cut to
15.    ia langsung menutup kitabnya dan berdiri, di teras koridor asrama, memandang langit. Cut to
16.    Adiknya ke rumah bersama teman temannya, bermain PS. Sms berbunyi, adik membaca sambil tersenyum, kamera move to seorang teman adik yang kelihatan marah
17.    Sakit ibunya mulai kambuh, meraih gelas, gelas jatuh dan pecah.
18.    Adik berhenti sms dan melihat ibunya. (zoom wajah adik) move to
19.    Santri masuk rumah, memarahi adiknya, menampar. Namun adik menjentikan jarinya dan  berlalu pergi bersama temannya. Cut to
20.    Santri dielus ibunya sambil mendengar nasehatnya. “anakku, kerasnya ombak tidak mampu menggoyahkan karang, tetapi tetesan air mampu membelah batu. Adikmu itu, tidak bisa berubah kalau kamu bersikap kasar” – AL HADIST disolve to
21.    Adik berpacaran, santri lewat tanpa menghiraukan mereka. Adik melihat kakanya dengan, wajahnya kecut. Cut to
22.    Adik bermain PS santri membiarkannya dan konsentrasi mengabdi kepada sang ibu.
23.    Adik di jalan berebutan perempuan sampai berkelahi. Adik dipukulin temannya.
24.    Santri melihat adiknya dipukulin santri menolong dan melerai mereka single fight, santri menang. Team fight (santri mengucapkan salam dan merekapun bersalaman)
25.    Santri meninggalkan adiknya. Adiknya menatap santri dengan haru.
26.    Santri melihat makanan sudah tersaji untuk ibunya.
27.    Setelah berdzikir, santri melihat di belakangnya adiknya sedang berdzikir
28.    Santri melihat adiknya sedang mengaji di ruang kelas
29.    Santri dan adiknya disediakan makan oleh sang IBU.

30.    Ibu, santri, adik, hidup bahagia.

SKENARIO FILM PENDEK. BERSAMA GURU

“BERSAMA GURU”
Karya; Zamzam Almubarok

1.       “Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikannya, sedang kualitas pendidikan itu ditentukan oleh kualitas tenaga pendidiknya, dengan demikian. Negara yang mendambakan kesejahteraan bagi rakyatnya, bagi suksesnya pembangunan Sumber Daya, akan terlebih dahulu memulyakan mereka, Para Guru Bangsa 
2.       Guru bersiap dengan seragamnya.
3.       Guru melihat istrinya yang hamil terduduk di kursi menenun.
4.       Guru berdiri menyambut kedatangan peserta didik
5.       BEL berbunyi semua anak masuk kelas
6.       Sekelompok anak nakal; x cs tetap nongkrong di kantin
7.       Guru menegur, si x merasa kesal. X cs masuk kelas engan ketus
8.       Guru melihat meja penuh dengan tugas-tugas, berkas menumpuk, ia hanya tersenyum
9.       guru berjalan memasuki kelas, berkas jatuh Y cs membantu guru
10.   Guru mengajar di kelas, menyuruh membuka buku. X tidak membawa buku.
11.   X merebut buku Y, terlihat oleh guru.
12.   Guru menasihati X tapi x melawan. Terlihat oleh guru R
13.   Guru R langsung menghukum X dengan menghormat bendera
14.   X ditertawakan oleh peserta didik yang lain, X memandang guru sinis dan mendendam
15.   Guru ditegur oleh guru R “kalau bapa bersikap lembek, bapak akan dipermainkan dan direndahkan”.
16.   X mengempiskan ban motor guru, terlihat oleh Y.
17.   Di kelas Guru mengajar dengan semangat
18.   Guru mendapat telpon istrinya akan melahirkan. Cepat pulang, pa. Perut ibu mulai terasa sakit. Mungkin sudah dekat waktu melahirkan
19.   Guru terburu-buru meminta izin pulang terhadap Guru R
20.   Guru melihat kondisi ban motor kempis, Y X dan anak-anak yang lain melihat dari jendela kelas
21.   Guru pulang dengan jalan kaki, motor mobil yang lewat tidak sempat mengajak guru.
22.   Di rumah, guru melihat Istrinya dalam kondisi pra melahirkan, “bapa harus menyiapkan biaya  melahirkan” guru terduduk lemas di kursi menyaksikan istrinya
23.   Di sekolah, guru mendapat honor amplop berisi uang sekedarnya
24.   Y cs memberikan motor yang sudah diperbaiki memberitahukan guru sambil menunjuk x sebagai pelakunya.
25.   X marah dan mengancam Y. Terjadi perkelahian. Guru R berbicara dengan guru yang lain tentang sikap lembek guru
26.   Tiba-tiba Y hendak menghujamkan pisau cutter terhadap X. Guru spontan melakukan tindakan keras menghalangi niat Y. Y tersandar di tembok dengan leher dicekik Guru.
27.   Seorang siswa lainnya memfoto aksi kasar guru.
28.   X menunjukkan ekspresi terkejut terhadap guru.
29.   Sekolah ramai melihat foto aksi guru di mading sekolah, guru tetap mengajar.
30.   Guru dipanggil Kepala Sekolah ke kantor dan mendapat teguran. Di luar ruang KS, X dan Y duduk mendengarkan
KS: Manusia berbuat salah itu biasa. tapi kita para guru berbuat salah, itu tidak biasa, pak.
Guru; kalaulah demikian berarti saya dan bapak bukanlah manusia.
KS; namun yang bapak lakukan ini (menunjuk foto) bukan cara seorang guru menyelesaikan masalah. Ini tindakan preman, pak.
Guru: anak ini hendak melukai temannya menggunakan pisau cutter.
KS: Lalu bapa melumpuhkan anak ini dan mencekiknya. Lantas apa perlu bapak mencekiknya?
Guru: (bunyi sms) istri saya hendak melahirkan. Assalamualaikum
KS : (meremas kertas foto dan membuangnya ke tempat sampah)  
31.   Guru pulang dan berhenti di pengkolan jalan, dia membuka pakaian seragamnya lalu memasukkan ke dalam tasnya. Seorang tua tampak bingung dengan barang bawaan yang baginya terlalu berat.
32.   Guru membantu mengangkut barang, sekelompok pelajar lewat, guru menurunkan barang dan pura pura nelpon
33.   Guru diberikan imbalan, guru menolak tapi dipaksa, guru sejenak memandang uang itu, menerima uang itu dan menangis.
34.   Guru mendapati sang istri telah melahirkan. Dia tersenyum gembira.
35.   Di kelas, peserta didik menunggu kedatangan guru, guru tidak muncul di tempat parkir. X dan Y terlihat sedih.
36.   X, Y dan siswa lainnya mendatangi rumah guru, terlihat plang di depan rumah guru “DIJUAL. Hub.08XXXXXX.
37.   X menghubungi sang guru. Guru berkata Assalamualaikum, dengan siapa ini? X tidak menjawab X menangis menyesal.
38.   Ruang kelas sepi, anak-anak tampak lesu.
39.   X selalu melihat ke arah tempat dimana guru parkir.
40.   Seseorang memarkir motor di tempat guru, X meminta orang itu pindah ke tempat lain
41.   Tiba-tiba guru datang dan memarkirkan motor di tempat tersebut. X terkejut dan menyambut guru dengan bangga
42.   Semua peserta didik yang sedang belajar dengan guru R meninggalkan guru R menyambut kedatangan guru.



Thursday, October 26, 2017

NASKAH DRAMA PENDEK; SANG MANTAN

Contoh audio kabaret SANG MANTAN silahkan kunjungi channel youtube TOKO KABARET
https://youtu.be/hNPkW8oFNg8


SANG MANTAN
(KARYA; ZAMZAM ALMUBAROK)

SUAMI                  : Sudah lama, ya Istriku.  Kita teh ga jajan bareng. Yuk kita jajan sate cilok.
ISTRI                      : Iyah akang, jadi ingat saat dulu kita jajan cilok mang uu, waktu bobogohan akang. Inget ga?
SUAMI                  : Cilok Mang UU, naha da basa kita pacaran mah teu kungsi ngajak nyai jajan cilok mang uu? Asa curiga.
ISTRI                      : Eh kalah kaceplosan, aduh.  Bukan cilok mang uu, akang.  ih kalah lupa. Bakso mang encur.
SUAMI                  : Bakso mang encur, Kapan akang ngajak nyai  jajan bakso mang encur? Asa ga pernah. Yang akang ingat waktu pacaran dulu. Paling jajan seblak Bi Romlah.
ISTRI                      : Kita pernah jajan seblak bi Romlah? Kapan akang? Da nyai mah ga suka seblak. Asa curiga si akang loba kabogohna.
Mereka pada diam
ASTRI                    : Eh Nyi Kokom
ISTRI                      : Neng Lastri. Aduh kapan pulang dari bandung?
ASTRI                    : Kemarin. Wah nyi kokom teh udah hamil, selamat ya. Ini suaminya? Kang Rusman tea ya?
ISTRI                      : (terkejut) Bukan. Ssst
ASTRI                    : Bukan? Kang Janu? Kang Kodir? Kang Asep? Siapa atuh? Kang somad urang garut tea meureun.
SUAMI                  : bukan, saya mah Dulloh. Ih banyak pisan mantan kamu teh nyai?
ASTRI                    : Upss… salah.
SUAMI                  : saha deui atuh nyai kang janu teh, kang kodir, kang asep, kang somad.  Malu atuh akang teh. Tega amat, denger mantan istri mani sakolbak.
ISTRI                      : kang nyai udah bilang, lupakan masa lalu, buka lembaran baru. Yang lalu mah biarlah berlalu akang.
SUAMI                  : Akang udah terlanjur  sakit nyai. Sakitnya sakit sekali. Nyeri hate lah
SUAMI                  : Udah nanti kalau anak ini udah lahir kita cerai. Kita udah ga cocok, dan ga akan pernah bisa cocok.
ISTRI                      : Tega sekali akang ini, nyai kan sedang hamil akang. Hamil na oge apan ku akang. Jangan ceraikan nyai atuh akang. Ulah kitu atuh akang.
SUAMI                  : keputusan akang sudah bulat nyai.
UJANG                 : Kang Dulloh.
SUAMI                  : Ini teh Ujang, Ujang mulyana sahabat terbaik dulloh kamana wae ari ujang geura.
UJANG                 : Ah aya we, di lembur ayeuna teh. Bisaan euy pamajikan maneh geus hamil. Kumaha eta bisa hamill kitu.
SUAMI                  : Nya ku usaha atuh jang.
Ujang                    : ini teh nyi Uneng tea kabogoh maneh anu bahueula.
SUAMI                  : lain, Ini teh …
UJANG                 : Lain? Nya anu mana? Neng Imah, Neng karin urang cianjur? De isah putri juragan kalapa? Har saha atuh ari ieu? Nyi Imas? Nyi warsih? Neng Denok. Usan? Sarinah? Jeng Ayu?
ISTRI                      : Cukup Kang Ujang. Heup. Akang hayang cerai. Hayu. Geus akang. Kita cerai. Tammat riwayat cinta urang akang.

ISTRI                      : Nyai geus ditalak ibu, nyai cerai.
IBU                         : Har, cerai? Kapan nyai the keur hamil gede. Nya gara-gara naon atuh jeung pisah sagala?
ISTRI                      : pedah nyai baheula loba kabogoh. Pajarkeun kaboh. nyai mah sakolbak. Padahal. Kabogoh si akang duloh oge sarua lobana.
IBU                         : Tah kitu geuning karasa. Eta budak nu dikandung bakal lahir mawa masalah. Gugurkeun. Indit ka bidan, aborsi ayeuna keneh!
ISTRI                      : Doraka kitumah ibu, pamali. Astaghfirulloh.
IBU                         : lamun nyai teu ngagugurkeun eta kandungan. Tong cicing di imah ibu. Jung haling nyingkah.
ISTRI                      : Imah ibu? Ke imah ibu nu mana? Da ieu mah imah nyai. Apan bumi ibu mah di garut?
IBU                         : Enya, maksud teh ieu budak mal diaku incu.

Bidan                     : wah, ini sudah pembukaan 2, bu. Yang tenang ya.
ISTRI                      : Gugurkan saja anak saya, bu.
BIDAN                   : Tugas saya membantu proses persalinan, bu. Agar ibu dan bayi yang dikandung selamat.
ISTRI                      : Gugurkan saja, bu.
BIDAN                   : Begini saja. Nanti kalau anaknya udah lahir. Baru Kita gugurkan, ya.
ISTRI                      : Oh begitu, ya. Baiklah bu bidan.

BIDAN                   : ini putra ibu, laki-laki. Ganteng. Lihat
ISTRI                      : eh anakku ganteng. Slamat datang sayang.
BIDAN                   : Bagaimana bu mau digugurkan sekarang?
ISTRI                      : Astaghfirulloh, tidak mungkin bu. Ini anak saya. Saya menyayanginya melebihi apapun di dunia ini.
BIDAN                   : Kalau begitu selamat. Anda sekarang benar-benar sudah menjadi ibu.

IBU                         : Anakku. Kenapa tidak kau gugurkan inak itu? Kenapa? Anak itu hanya akan membawa aib bagi keluarga. Ibu kecewa dengan kamu! Kecewa!
BIDAN                   : Ibu duduk dulu. Tenang, bu. Sekarang ibu gendong dulu cucu ibu ini. Dia laki-laki, ganteng!
IBU                         : tidak mau!
BIDAN                   : ayolah ibu, ini.
IBU                         : Ini laki, ya bu.
BIDAN                   : Jagoan.
IBU                         : hei… cucu nenek yang ganteng. Cinuuuk. Ba! Siapa namanya ini ya. Wah hidungnya kayak mendiang kakeknya. Mancung kaya salman khan. Hi hi hi

SUAMI                  : anak itu sudah lahir. Jadi mulai sekarang kita…
IBU                         : Dulloh, sebelum kamu bicara. Nih, gendong dulu anakmu untuk yang terakhir kalinya.
SUAMI                  : baiklah. Untuk yang terakhir kalinya ibu.
IBU                         : itu cucu saya, kembalikin pada ibu
SUAMI                  : tapi… ini anak saya kan bu. Eh sayang, huuuu (menangis) selamat datang sayang. Mulai sekarang bapa akan menjagamu.
IBU                         : Sekarang mulai bicara, arek naon kadieu the, dulloh?
SUAMI                  : saya ini ibu, itu. Mau menyelesaikan itu.
IBU                         : Menyelesaikan apa, dulloh.
SUAMI                  : mau menyelesaikan biaya persalinan. Dan membawa istri dan anak saya pulang.
BIDAN                   : Alhamdulillah.






















Naskah Drama; Jaka Tarub

JAKA TARUB & 7 BIDADARI
(karya; Apriliya)
JAKA TARUB
Mahluk apa itu? Mani carantik, gareulis, barohay, marulus jiga kardusss!! Intif ah.. Heh kalian para kesemek sutttt.. Tong dibeja beja..
BIDADARI 1
WAhai adik adikku, mari kita kembali ke kahyangan! Hari sudah mulai gelap, sieun euy bisi diculik om om
BIDADARI 2
Iiihh sieun...hayu atuh ceu
DEWI NAWANG WULAN
Tunggu.. Selendangku tidak ada bagaimana ini? Huuuu itu kan mahal! Heg can lunas ti nafisah
BIDADARI 1
Maaf adikku Nawang Wulan, tapi kita harus kembali! jika tidak ayahanda bakal ngamuk jiga hayam.. Ngabintih.. Mari atuh kita pergi
DEWI NAWANG WULAN
Kakaaaaakk... Tunggu jangan pergi! Kakaakk huhuhuhu
JAKA TARUB
Eh.. Kamu siapa? Kenapa menangis? Pengen jajan usus ke bi mamah ya atau mau cilok cbr?
DEWI NAWANG WULAN
Enggak cuma pengen dihalalin hehehe
JAKA TARUB
Aduh.. Gak bisa, gak bisa, gak bisa
DEWI NAWANG WULAN
Yah... Jomblo lagi dong! Gak bisa malam minguan jiga barudak!
JAKA TARUB
Kasihan deh lo jomblo!!
DEWI NAWANG WULAN
Ih sebel deh,, ehh iyah kamu teh saha? Naha hateku enyoyy enyoyan dag dig dug ser serran
JAKA TARUB
Perkenalkan saya Jaka Tarub
DEWI NAWANG WULAN
Jaka turub? turub panci?
JAKA TARUB
Bukan turub atuh neng tapi Tarub
DEWI NAWANG WULAN
Oh.. Seperti itu!!
JAKA TARUB
Eh.. Neng teh siapa nama nya? What is your name gitu?
DEWI NAWANG WULAN
Nama saya Nawang Wulan, Nawang Wulan!! Awas bisi salah eta ngaran teh menang ema nyangu koneng, ngawuduk!
JAKA TARUB
Oh iya atuh neng Wulan, hayu atuh dari pada disini terus mending neng Wulan teh ikut saya kerumah! Gimana mau teu?
DEWI NAWANG WULAN
Mau enggak ya? Mau aja deh iyaka iyakan iyakan
JAKA TARUB
Iya hayu atuh urang pulang kita ngampih.
**
DEWI NAWANG WULAN
Akang didapur neneng sedang menanak nasi dan jangan pernah akang membuka penutup itu! Neneng pergi dulu
JAKA TARUB
Siap Neneng!
DEWI NAWANG WULAN
Oke, kalau begitu Neneng pamit dagang kacang bulu
JAKA TARUB
Emh jadi penasaran, kenapa tutup ini tidak boleh dibuka ya?
PENUTUP
Jangan dibuka!
JAKA TARUB
Sotoy kamu penutup tutung!
PENUTUP
Yasudah sok atuh buka!
JAKA TARUB
Diam kamu.. Eh naha geuning nu dipasak teh pare ih ari Neng Wulan jiga berit wae
**
DEWI NAWANG WULAN
Akang... Ternyata akang tidak mematuhi perkataanku, akang membuka penutup itu kan? Iiiihhh sebel sebel sebel deh ahh.. Diciwit geura!
JAKA TARUB
Maaf Neng akang tidak sengaja, Akang hilap
DEWI NAWANG WULAN
Akang keterlaluan.. Eh ini kan selengdangku kenapa ada disini kang? Atau jangan jangan yang mencuri selendangku itu akang sendiri
JAKA TARUB
Iya... Eh bukan!
DEWI NAWANG WULAN
Tuuuh kan kaceplosan, kalo gitu Neneng rk balik ka Kahyangan! Neneng embung cicing jeung akang
JAKA TARUB
Jangan atuh Neneng huhuhu maenya akang nga duda?
DEWI NAWANG WULAN
Tong ceurik akang! Tarimakeun jadi duda tuh kawin deui we loba randa didiyeu mah
JAKA TARUB
Tapi Neng wulan,,
DEWI NAWANG WULAN
Selamat tinggal akang good bye tong poho akang nanti kita ketemuan.. Kita bikin anak!
JAKA TARUB

Tidakkkk... Jangan pergi Neng Wulan jangan tinggalkan akang..

Wednesday, October 25, 2017

GATOTKACA DISUNAT

Contoh audio kabaret Gatotkaca Disunat silahkan kunjungi channel youtube TOKO KABARET
https://youtu.be/Kl98L3JPCMI

GATOTKACA DISUNAT
(Naskah: Zamzam Almubarok)

BU GATOT              : Heuuuu, adduh..... (mengerang)
PARAJI                    : Iya, terus non sedikit lagi hayo. Kiri iya terus ke kiri, kanan dikit, maju sedikit balas, dibalas, ayo terus. Teruuuuuus. Ya
BU GATOT              : (menjerit) Heuuuuuu. Adduh akang, nyeri teu kuat akang. Bantuan akang, tong kalah cicing wae atuh. Sok tulungan akang. Heuuu... (ngababukan si akang)
BP GATOT              : Heuuuuuu. Sok ku akang dibantuan, dibantuan kumaha? Heuuuuu lah aingah. Du gusti.
PARAJI                    : Ayo non, terus non. Sok nya kitu sok sok seutik deui. Terus maju. Taaaaaaaaaah. Alhamdulillah
KOOR                     : Maka lahirlah seorang anak sakti mandraguna. Ia diberinama GATOTKACA
                Adegan langsung nyanyian slamat ulang tahun.
BU GATOT              : Kunaon ath nya, Vih. Si dede teh bet siga budak nu teungar kalongeun. Hulang-huleng sura seuri sorangan. Asa gimana gituh
PARAJI                    : Insya Allah Dede Gatot bisa kembali normal setelah disunat, bu.
BU GATOT              : Sok atuh ayeuna we urang sunatan
BP GATOT              : Hayyu
Bp GATOT              : Bukan bapa, bapa mah kan udah disunat.
PARAJI                    : Gatotkaca itu urat kawat tulang besi. Kebal terhadap semua senjata.
BP GATOT              : Atuh jadi hesse disunat nage ari kitumah
PARAJI                    : Tenang, ke ema ek balanya heula keris ka popotongan ema. Susuganan aya keris nu bisa dibeuli.

Di tempat Nenek Tampir
NENEK TAMPIR    : Wahhai cermin ajaib, siapakah perempuan yang paling cuaaaantik di dunia.
CERMIN                  : Tentu saja engkau, putri.
Nenek Tampir       : He he hi hi hiiiiii. Mantap! Trus siapakah yang paling jagoan didunia, cermin? Hi hi
CERMIN                  : Itu juga engkau, putri. Tapi... ada seorang anak bernama Gatot Kaca yang bisa mengalahkan engkau, putri. Pokonamah putri teh euweuh nanaonan lah dibanding Gatot Kacamah. Ih, ruzzit
NENEK TAMPIR     : Hah? naon siah? Gatotkaca bisa mengalahkan aku. Oh My God! ga mungkin, aku harus segera bertindak.

Paraji Menemui Mantan Kekasihnya
PARAJI                   : Assalamualaikum, aki ahmad
AKI AHMAD           : Aeh geuning nyi kokom. Waalaikumsalam. Ada apa menemui saya, belum bosan juga nyai menyakiti perasaan ini, sakiit tau!
PARAJI                    : Aku mau minta tolong, minjem keris sakti punyamu.
AKI AHMAD           : Luar biasa geuning kamu teh nyi kokom. Belum cukup kamu kuberi hati, keris kesayanganku ini mau kau embat juga.
PARAJI                    : Plizzzz. Attuh da bageur
AKI AHMAD           : Tidakk.... Never. Moal
PARAJI                    : Elo ngerti ga sih prasaan gwe! Selama ini gwe juga udah care ama elo, mikirin elo siang malem ga ada kerjaan, elo pikir gwe ga kesiksa, gwe juga sakit TAU! Gwe tuh dah kepepet, tau!!  Lo iiikkhhh
AKI AHMAD           : Bodo! Situ situ gwe ya gwe. Situ n sini udah lama END. Lagian keris ini bukan keris sakti, hanya barang biasa meunang nyieun tukang panay. nyai teh jangan aneh-aneh, bisa musyrik atuh nyai.
PARAJI                    : Huuuuuiiiiihuuuuiiiiihuuuuiiihuuuii
AKI AHMAD           : Bodo ah masing ceurik lolongseran oge. (sesaat kemudian) yeuuu attuhh repeh tong ceurik. Yeuh atuh jep, jep, jep. Tah susut heula umel.
PARAJI                    : Nuhun aki, makasih, I love you Fuul tank
PARAJI                    : Oh Nyi kokom
PARAJI                    : Oh Aki ahmad, my sweaty baby.

Nenek Tampir sudah tiba di depan istana Bu Gatot
NENEK TAMPIR     : He he he Gatot Kaca! Sambutlah kedatangan putri tercantik dan terhebat sejagat raya! Hari ini, kamu dan seluruh keluargamu akan kuulek-ulek, kurenos-renos sampai babak belur. He he he he
BU GATOT              : Aduh vih, kumaha nasib urang ayeuna, itu nini-nini arek nyerang kadieu.
BP GATOT              : Tenang atuh, mih. Ulah sieun, sing kuat! Sing wani! Hayu ah!
BU GATOT              : Hayu kamana atuh vih?
BP GATOT              : Hayu urang nyumput!
BU GATOT              : Na ari avih! Sugan emih ek ngalawan.
BP GATOT              : Sebentar! Ting. Ting! Emvih ada ide. AHAAY!
BU GATOT              :  Ideu naon atuh, vih? Burukeun
BP GATOT              : Kita sunat, kita potong burung kutilang anak kita Dede Gatot! Ahaaa! Prajurit! Bawa seluruh persenjataan istana!
BU GATOT              : Dede gatot! Sini sayang! Ayo dibuka celananya! Dipotong sama ibu yu!
Dede Gatot            : Emmmmbung ah ieuh. Sieun! Na ari ibu kalah hayang motong anu dede! Ambung ibu, aliiiiiim.
BP GATOT              : Tangkap pangeran muda!!! Tewak sok tarewak. Tah lumpat kadinya tah, kuriling-kuriling. Yaaa, maju atuh sok tong cicing wae. Huya huya ta ta ta ta
NENEK TAMPIR     : Keur naraon eta teh? Keluarga aneh? Itu budak leutik kalah dikakaya geura. Hey, bubar bubar... KAAAA MEEEE HAAAA MEEEE. Hiyaaaa!
DEDE GATOT         : Nenek tampir!!!
BP GATOT              : Bagus anakku, hayo kau lawan dia, hayo anakku, jangan takut anakku! Hayo! Keluarkan kehebatanmu!
DEDE GATOT         : (melangkah maju) Nenek..... &^%@? Ukeun acis lah. Jajaaan
NENEK TAMPIR     : Huaaaa ha ha ha hi hi hi hi, ini teh apaan. Cermin? Anak ini yang kau sebut mampu mengalahkan aku! Ciuus loe!
PARAJI                    : Dede gato000t!
DEDE GATOT         : Bibi kokom?
PARAJI                    : Ini, bibi kasih keris bagus! Nang ning ning nang ning euung2x
DEDE GATOT         : (memasukkan keris ke sela cenanyanya dan) awww.... IBUUU, manuk dede potong ibuu!!
KOOR                     : Alhamdulillah!
NENEK TAMPIR     : Takkan kubiarkan. Rasakan ini hiyyaaaaa! FIGHT
Gatotkaca naik ke atas sisingaan, semua bahagia – FIN




Naskah Drama Sang Nyonya (durasi 11 menit)

Contoh audio kabaret silahkan kunjungi channel youtube TOKO KABARET
https://youtu.be/JG9pV20OQi4

DRAFT 1               (ASANG NYONYA) --- judul bisa apa saja

Manager              : (sambil memoles wajahnya dengan make up) saya ingin, kegiatan anniversary hotel  kita dibuat dengan konsep yang semeriah mungkin.
Karyawan 1         : Caranya, nyonya?
Manager              : Whats wrong with you, Kemen? kamu kan pinter. (mendekatkan wajahnya) are you smart, kemen?
Karyawan 1         : Tentu saja, nyonya.
Manager              : Maybe yes maybe not, kemen. Get out.

Adegan 2- meeting.
Karyawan 1         : Kalau aku sampai gagal, aku pasti dimakan nyonya.
Karyawan 2         : Tenanglah. Kita pikirkan caranya.
Karyawan 3         :Aku tahu.  kalau aku pikir konsep yang bikin meriah... kayanya, lomba masak. Ya lomba makan memakan seperti katamu.
Karyawan 1         : Lomba masak? caranya? --- FLASH BACK
Karyawan 3         : Begini caranya.

Adegan 3 –
Host                       : Tibalah kita pada penilaian akhir legenda baru jurumasak Indonesia. Kami panggil, sang juri. Nyonya Lastri Bunga Mentari.
Manager              : Apa ini? aku tidak suka udang. Udang bikin kulit bersisik
Peserta                : Tidak nyonya. Justru udang menyehatkan, bisa menambah stamina dan dapat membuang toksin di tubuh.
Manager              : Ennno! Ga bisa, i dont like this. Titik. (ke peserta berikutnya) bakso bakso, ini baru nyonya suka, waaw, hmmm... Tapi nyonya ga lapar, lewat
Peserta                : Ga perlu lapar nyonya, yang penting doyan.
Manager              : Ta sumpal mulutmu hmm! Ngomong sembarangan, nakal kamu hmm! (tiba tiba seorang peserta membawa segelas minuman muncul dari belakangnya. Nyonya terkejut, gelaspun tumpah mengguyur tubuh nyonya, nyonya menjerit histeris) ----- FLASH BACK BERAKHIR

Adegan 4.
Karyawan 1         : Aku pikir lomba masak bukan ideu yang baik.
Karyawan 2         : Miss waria. Yah itu. Kontes peragaan busana para waria.
Karyawan 3         : Apa hubungannya dengan anniversary hotel?
Karyawan 2         : Yang penting kan meriah. Walaupun jaka sembung alias ga nyambung.
Karyawan 1         : Miss Waria. Caranya?
Karyawan 2         : Begini caranya ----- Flash Back

Adegan 5
3 orang miss waria berlenggak-lenggok di atas pentas, Nyonya kontan murka.
Nyonya                : Hentikan! Sudah cukup. Cukup. Diam semua diaaaam! Tolong beri saya uang! (parodi Warkop DKI)
Karyawan 1         : Apa uang? Ko jadi uang? Nyonya ga punya uang?
karyawan 2         : Lagi-lagi uang.
Nyonya                : Ruang!!
Karyawan 1         : oohh
Nyonya                : Ruang! Ruang kan? dengernya ruang kan?
Karyawan  3        : Iya, ruang nyonya.
Nyonya                : Bukan uang! Saya manager loh ini. tolong dihormatin dong. Jangan apa-apa dijawab apa apa dijawab, ngeyel banget sih. Apa ga ada satupun karyawan hotel ini yang bisa bikin konsep yang high quality, gitu? Bubar! Bubar! --- FLASH BACK BERAKHIR
Adegan 5
Suasana meeting hening mencekam. Karyawan 3, 2 dan lainnya mulai meninggalkan karyawan 1
sendirian
Karyawati            : Kamu kerja terus, waktu buat aku kapan?
Karyawan            : Aku kerja ini kan buat kamu.
Karyawati            : Tapi aku selalu kau nomor duakan.
Karyawan            : Aku tidak mau bertengkar.
Karyawati            : Kamu ngerti ga sih perasaan aku! Aku tuh udah bontang banting tulang buat bisa bersama kamu.
Karyawan            : Kenapa juga sampai banting tulang segala! Kamu ini aneh.
Karyawati            : Eeeuuuuh!

Adegan 6
Nyonya manager beserta para tamu sudah mulai menempati auditorium di atas pentas, acara anniversary hotel segera dimulai
Karyawan 2         : Bagaimana ini, benar-benar celaka.
Karyawan 3         : Berarti kita jadi dimakan, nyonya?
Karyawan 1         : sst ngawur kamu, kesini kalian (berbisik)

Adegan 7
Karyawan 1 berdiri dengan penuh keraguan di atas pentas. Lalu dia bernyanyi lipsing, karyawan lainnya muncul sebagai klips (mendramatisasikan isi lagu) atau sebagai penari latar, adegan diakhiri dengan membentangkan spanduk bertuliskan selamat. Nyonya begitu senang dan bangga. ----FIN