“BERSAMA GURU”
Karya; Zamzam Almubarok
1.
“Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas
pendidikannya, sedang kualitas pendidikan itu ditentukan oleh kualitas tenaga
pendidiknya, dengan demikian. Negara yang mendambakan kesejahteraan bagi
rakyatnya, bagi suksesnya pembangunan Sumber Daya, akan terlebih dahulu
memulyakan mereka, Para Guru Bangsa
2.
Guru bersiap dengan seragamnya.
3.
Guru melihat istrinya yang hamil terduduk di
kursi menenun.
4.
Guru berdiri menyambut kedatangan peserta didik
5.
BEL berbunyi semua anak masuk kelas
6.
Sekelompok anak nakal; x cs tetap nongkrong di
kantin
7.
Guru menegur, si x merasa kesal. X cs masuk kelas
engan ketus
8.
Guru melihat meja penuh dengan tugas-tugas,
berkas menumpuk, ia hanya tersenyum
9.
guru berjalan memasuki kelas, berkas jatuh Y cs
membantu guru
10.
Guru mengajar di kelas, menyuruh membuka buku. X
tidak membawa buku.
11.
X merebut buku Y, terlihat oleh guru.
12.
Guru menasihati X tapi x melawan. Terlihat oleh
guru R
13.
Guru R langsung menghukum X dengan menghormat
bendera
14.
X ditertawakan oleh peserta didik yang lain, X
memandang guru sinis dan mendendam
15.
Guru ditegur oleh guru R “kalau bapa bersikap
lembek, bapak akan dipermainkan dan direndahkan”.
16.
X mengempiskan ban motor guru, terlihat oleh Y.
17.
Di kelas Guru mengajar dengan semangat
18.
Guru mendapat telpon istrinya akan melahirkan.
Cepat pulang, pa. Perut ibu mulai terasa sakit. Mungkin sudah dekat waktu
melahirkan
19.
Guru terburu-buru meminta izin pulang terhadap
Guru R
20.
Guru melihat kondisi ban motor kempis, Y X dan
anak-anak yang lain melihat dari jendela kelas
21.
Guru pulang dengan jalan kaki, motor mobil yang
lewat tidak sempat mengajak guru.
22.
Di rumah, guru melihat Istrinya dalam kondisi
pra melahirkan, “bapa harus menyiapkan biaya
melahirkan” guru terduduk lemas di kursi menyaksikan istrinya
23.
Di sekolah, guru mendapat honor amplop berisi
uang sekedarnya
24.
Y cs memberikan motor yang sudah diperbaiki
memberitahukan guru sambil menunjuk x sebagai pelakunya.
25.
X marah dan mengancam Y. Terjadi perkelahian.
Guru R berbicara dengan guru yang lain tentang sikap lembek guru
26.
Tiba-tiba Y hendak menghujamkan pisau cutter
terhadap X. Guru spontan melakukan tindakan keras menghalangi niat Y. Y tersandar
di tembok dengan leher dicekik Guru.
27.
Seorang siswa lainnya memfoto aksi kasar guru.
28.
X menunjukkan ekspresi terkejut terhadap guru.
29.
Sekolah ramai melihat foto aksi guru di mading
sekolah, guru tetap mengajar.
30.
Guru dipanggil Kepala Sekolah ke kantor dan
mendapat teguran. Di luar ruang KS, X dan Y duduk mendengarkan
KS: Manusia berbuat salah itu biasa. tapi
kita para guru berbuat salah, itu tidak biasa, pak.
Guru; kalaulah demikian berarti saya dan
bapak bukanlah manusia.
KS; namun yang bapak lakukan ini (menunjuk
foto) bukan cara seorang guru menyelesaikan masalah. Ini tindakan preman, pak.
Guru: anak ini hendak melukai temannya
menggunakan pisau cutter.
KS: Lalu bapa melumpuhkan anak ini dan
mencekiknya. Lantas apa perlu bapak mencekiknya?
Guru: (bunyi sms) istri saya hendak
melahirkan. Assalamualaikum
KS : (meremas kertas foto dan membuangnya
ke tempat sampah)
31.
Guru pulang dan berhenti di pengkolan jalan, dia
membuka pakaian seragamnya lalu memasukkan ke dalam tasnya. Seorang tua tampak
bingung dengan barang bawaan yang baginya terlalu berat.
32.
Guru membantu mengangkut barang, sekelompok
pelajar lewat, guru menurunkan barang dan pura pura nelpon
33.
Guru diberikan imbalan, guru menolak tapi
dipaksa, guru sejenak memandang uang itu, menerima uang itu dan menangis.
34.
Guru mendapati sang istri telah melahirkan. Dia
tersenyum gembira.
35.
Di kelas, peserta didik menunggu kedatangan
guru, guru tidak muncul di tempat parkir. X dan Y terlihat sedih.
36.
X, Y dan siswa lainnya mendatangi rumah guru,
terlihat plang di depan rumah guru “DIJUAL. Hub.08XXXXXX.
37.
X menghubungi sang guru. Guru berkata
Assalamualaikum, dengan siapa ini? X tidak menjawab X menangis menyesal.
38.
Ruang kelas sepi, anak-anak tampak lesu.
39.
X selalu melihat ke arah tempat dimana guru
parkir.
40.
Seseorang memarkir motor di tempat guru, X
meminta orang itu pindah ke tempat lain
41.
Tiba-tiba guru datang dan memarkirkan motor di
tempat tersebut. X terkejut dan menyambut guru dengan bangga
42.
Semua peserta didik yang sedang belajar dengan
guru R meninggalkan guru R menyambut kedatangan guru.
No comments:
Post a Comment