Audio Kabaret naskah ini bisa diapresiasi. Silahkan kunjungi
https://youtu.be/p-S2sP1xscM
MALINKONDANG
https://youtu.be/p-S2sP1xscM
MALINKONDANG
Karya: Zamzam Almubarok
Malinkundang tengah
sibuk membaca buku
Setelah letih mencuci pakaian, sang ibu
menyiapkan makanan untuk anaknya tercinta
IBU
Malin, mendekatlah pada ibumu, nak. Ibu membawa
makanan untukmu.
MALINKUNDANG
Ibu
sudah makan?
IBU
Ibu
sudah. Makanlah yang
kenyang ya nak.
Malin telah selesai
makan, ia bergegas pergi untuk mencuci tangannya. Saat malin pergi, ibu mulai
menyantap sisa-sisa makanan anaknya. Tak lama malinkundang muncul dan melihat
ibunya menyantap sisa makanan. Malinkundang merasa sedih… ia pun berniat untuk
membahagiakan ibunya dengan mengadu nasib ke kota mencari pekerjaan.
MALINKUNDANG
Ibu… saya akan pergi mencari pekerjaan.
IBU
Pekerjaan apa, Malin! Tetaplah disini temani ibumu.
MALINKUNDANG
Tidak ibu! Tekad malin telah kuat.. malin harus
pergi.
IBU
Baiklah nak… ibu hanya bisa mendoakan semoga engkau
berhasil.
MALINKUNDANG
Baiklah ibu, saya pergi… saya akan kembali untuk ibu.
Suasana di kota.
Malin mencoba untuk
melamar pekerjaan di sebuah perusahaan. Pakaiannya kumal, kotor, dan bau
sementara berlalu-lalang orang-orang berdasi berpakaian casual yang rapih… ia
tidak diizinkan pak satpam untuk masuk
SATPAM
Hei! Hei hei…. Mau kemana kau ini. Pergilah! Disini
tidak menerima sumbangan.
MALINKUNDANG
Saya mau melamar pekerjaan, pak!
SATPAM
Apa? Ha ha ha… yang benar saja! Lihatlah dirimu.
Gembel! Pergiiii!
Malinkundang pergi
dengan lesu. Ia mendekati dua orang pria separuh baya yang tengah membahas
berkas laporan pekerjaan.
ALINKUNDANG.
Assalamualaikum, pak!
PRIA 1
Yah..
ada apa?
MALINKUNDANG
Saya
mau melamar kerja, pak. Barangkali
bapak butuh pekerja baru.
PRIA 2
Apa? Apa kamu bilang? Kau pikir nyari kerja gampang,
heh!! Pergilah kau… kau mengganggu kami saja.
MALINKUNDANG
Maaf, pak… bukan maksud saya untuk mengganggu!
PRIA 1
Kami tidak berniat merekrut pekerja baru… kami justru
berniat memecat karyawan kami yang sudah ada. Pergi kau!
Malinkundang terduduk
lesu. Hingga ia dikejutkan oleh aksi segerombolan penjahat yang hendak merampok
IBU2
Tolong!!
Tolong!!
PENJAHAT
Cepat
serahkan tasmu ini orang tua!! Atau
kubunuh kau!
Tiba-tiba sebuah
lemparan telak mengenai muka si penjahat.
PENJAHAT
Kurang asem. Siapa berani lancang melempariku.
MALINKUNDANG
Tak kusangka. Di kota ini masih banyak bertebaran
orang-orang tak berguna macam kalian.
PENJAHAT
Oh..
ada pahlawan rupanya. Ah
kau ini cari mati saja.
MALINKUNDANG
Ha ha… baiklah kalau begitu siapa yang duluan ingin
ku tampar.
Perkelahian pun terjadilah. Malinkundang mengeluarkan jurus2 andalannya dan segera memenangkan pertarungan.
Sound track malinkundang telah
bekerja, ia telah menjadi kaya. Sepulang dari kantornya, Malin merasa lelah
Dan mulai mengantuk lalu
tertidur.
IBU
Anakku, akhirna kau pulang!
MALINKUNDANG
Anakmu? Hai orang tua! Aku tidak mungkin punya ibu
yang miskin seperti kau.
IBU
Tidak anakku! Ini bumu! Ibu yang telah membesarkanmu
dengan kasih sayang
MALINKUNDANG
Perempuan sialan. Pergi kau dari kehidupanku.
IBU
Sadarlah anakku! Kekayaan telah membutakan jiwamu.
MALINKUNDANG
Hah… dari dulu juga aku sudah sadar orang tua.
Sekarang, pergilah kau. Pergi dan jangan pernah kembali kesini lagi. Aku
sungguh muak melihat wajahmu yang menyedihkan itu.
IBU
Anak durhaka! Kau akan saya kutuk jadi batu!!!
MALINKUNDANG
Apa?
Oh tidak!!! Astaghfirullahaladzim ternyata Cuma mimpi. Ibu!
Malinkundang bersiap pulang kampung (Saund
Track)
Sementara di kampong, sang Ibu tengah
membersihkan rumput di halaman rumahnya. Tiba-tiba segerombolan rampok
menyendra orang ta malang
itu. (Illustrasi musik) Malinkundang datang
MALINKUNDANG
Ibu!! Hai kalian, jangan sakiti ibuku.
IBU
Lari Anakku Pergi Dari Sini
MALINKUNDANG
Kurang ajar kalian. hai belum kapok juga hah
PENJAHAT
He hei hei. Jangan coba-coba mengeluarkan
kesaktianmu, kalau tidak akan kubunuh ibumu
MALINKUNDANG
Apa??
dasar licik!! baiklah, apa maumu?
PUTRI 1
Hai masih ingat aku
MALINKUNDANG
Kau??
PENJAHAT
Tanda tangani surat ini sebagai tanda kau menyerahkan
seluruh aset kekayaanmu
MALINKUNDANG
Saya hanyalah orang biasa, sama seperti kalian.
PENJAHAT
Bohong, cepat kalu tidak akan kubunuh ibumu
IBU
Malin jangan hiraukan ibumu, mereka itu licik hanya
ingin menyakitimu saja
MALINKUNDANG
tenang bu, tenang. harta bisa saya cari
IBU
Ya allah selamatkan anakku
MALINKUNDANG
Baiklah sudah, sekarang lepaskan ibuku
PENJAHAT
Ha ha… ayo kita bunuh dia
MALINKUNDANG
Jangan, jangan
IBU
Jangan!! tolong jangan sakiti Anaku
MALINKUNDANG
Ibu!!!
IBU
Anakku
IBU
Kalian keterlaluan, akan saya kutuk kalian jadi batu
PENJAHAT
Aaaaaaaaa
MALINKUNDANG
Ibu, ibu tidak apa-apa
IBU
Tidak nak
MALINKUNDANG
Hei bu, ini baju untuk ibu
IBU
Terimakasih
anakku
SEKIAN
No comments:
Post a Comment